REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelatih tim nasional Amerika Serikat Mauricio Pochettino meluapkan kekecewaannya setelah merasa keberhasilan timnya menjuarai Grup D Piala Dunia 2026 tidak mendapat apresiasi yang layak. Seusai kekalahan dramatis 2-3 dari Turki pada laga terakhir penyisihan grup, Pochettino justru mempertanyakan sikap media yang dinilainya lebih menyoroti hasil pertandingan ketimbang pencapaian timnya.
Meski menelan kekalahan di Stadion SoFi, Los Angeles, Jumat (26/6/2026) WIB, Amerika Serikat tetap melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup. Sebelumnya, USMNT telah memastikan tiket ke fase gugur lewat kemenangan atas Paraguay dan Australia.
Namun, menurut Pochettino, tidak ada satu pun wartawan yang mengawali konferensi pers dengan mengucapkan selamat atas keberhasilan tersebut.
"Tidak mungkin Turki merayakan tiga poin, Australia dan Paraguay merayakan kelolosan mereka, tetapi kalian tidak mengatakan, 'selamat' karena kami memenangkan grup," kata Pochettino, dikutip dari Independent.
Pelatih asal Argentina itu mengaku heran karena perhatian publik lebih tertuju pada kekalahan dari Turki dibandingkan fakta bahwa Amerika Serikat berhasil finis di puncak klasemen Grup D.
"Sangat menyedihkan. Saya harus mengingatkan bahwa kami memenangkan grup. Maaf, teman-teman," ujarnya.
Sepanjang konferensi pers, Pochettino beberapa kali menunjukkan ekspresi kebingungan terhadap pertanyaan yang diajukan wartawan. Saat diminta menjelaskan bagaimana timnya bangkit setelah tertinggal, ia menegaskan para pemain telah berjuang sepanjang pertandingan.
Ia juga mempertanyakan penggunaan istilah momentum ketika diminta menanggapi kekalahan tersebut.
"Saya tidak mengerti... apa itu momentum?"
Menurut Pochettino, target utama Amerika Serikat sejak awal adalah mengakhiri fase grup di posisi pertama, dan target itu telah tercapai.
"Target kami adalah finis di posisi pertama dan kami berhasil melakukannya. Semuanya positif. Saya sangat senang, mungkin tidak terlihat karena pertanyaan Anda agak aneh," katanya.
Di penghujung konferensi pers, Pochettino kembali mengungkit hal yang sama. Ia menegaskan tidak seorang pun memberikan ucapan selamat kepada Christian Pulisic dan rekan-rekannya yang berhasil menjadi juara grup.
Terlepas dari kekalahan itu, perjalanan Amerika Serikat di fase grup terbilang meyakinkan. Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan atas Paraguay dan Australia sebelum akhirnya takluk dari Turki dalam pertandingan yang sudah tidak menentukan posisi di klasemen.
Pochettino juga memanfaatkan laga terakhir untuk merotasi skuad secara besar-besaran. Delapan pemain menjalani debut sebagai starter di Piala Dunia. Langkah tersebut diambil untuk menjaga kebugaran para pemain inti menjelang fase gugur sekaligus menguji kedalaman skuad.
Selain itu, Amerika Serikat juga mendapat keuntungan karena tidak ada pemain yang menerima kartu kuning kedua. Dengan demikian, seluruh pemain inti tersedia untuk menghadapi babak 32 besar.
Kabar positif lainnya datang dari Christian Pulisic. Sang kapten kembali merumput selama sekitar 30 menit pada babak kedua setelah sebelumnya absen. Penampilannya menjadi sinyal bahwa ia siap kembali mengisi starting XI saat Amerika Serikat menjalani laga hidup-mati di fase gugur.
.png)
3 hours ago
2












































