REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- PLN Indonesia Power (IP) UBP Saguling angkat suara terkait gulma eceng gondok yang tumbuh subur di perairan Waduk Saguling.
Keberadaan eceng gondok itu mencemari lingkungan dan disinyalir menjadi pemicu berkembangbiaknya populasi nyamuk di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat.
Senior Manager PLN Indonesia Power UBP Saguling Doni Bakar mengatakan, pihaknya bersama stakeholder terkait seperti Satgas Citarum Harum, Kodim 0609 Cimahi, Perum Jasa Tirta (PJT) II, pemerintah daerah (pemda), komunitas lingkungan, serta masyarakat rutin membersihkan eceng gondok di Waduk Saguling.
"Dalam satu tahun terakhir, sekitar 8,5 hektare area eceng gondok dibersihkan melalui kegiatan kolaboratif lintas instansi dan masyarakat. Penanganan menggunakan alat berat serta pengangkutan manual oleh personel lapangan," kata Doni saat dikonfirmasi, Rabu (13/5/2026).
Dirinya mengatakan, penumpukan keberadaan eceng gondok di Waduk Saguling berpotensi mengganggu produksi listrik yang dihasilkan dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yang diketahui merupakan pembangkit energi terbarukan yang bergungsi untuk mendukung beban puncak di sistem Jawa-Bali dan berfungsi sebagai pengatur frekuensi sistem dengan menerapkan load frequency control (LFC).
Masifnya pertumbuhan eceng gondok dan meningkatnya sedimentasi akibat sampah akan memengaruhi daya tampung dan ketahanan alat produksi pembangkit listrik.
"Terkait dampak sampah terhadap produksi listrik, tentu ada pengaruhnya. Memang tidak terjadi secara cepat, tetapi perlahan-lahan akan berdampak. Sampah yang menumpuk akan memicu pertumbuhan eceng gondok," jelas Doni.
Sehingga pihaknya terus melakukan penanganan berkesinambungan dan dukungan berbagai pihak agar upaya yang dilakukan berjalan optimal. Selain pembersihan, pemanfaatan eceng gondok menjadi produk bernilai ekonomi juga terus didorong sebagai bagian dari pengelolaan berkelanjutan.
PLN Indonesia Power UBP Saguling juga terus berkoordinasi dengan pemda dan instansi terkait dalam menjaga kualitas lingkungan perairan waduk dan sungai di kawasan tersebut.
"Melalui kolaborasi yang terus diperkuat, PLN Indonesia Power berharap penanganan eceng gondok dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan fungsi Waduk Saguling bagi masyarakat dan sistem ketenagalistrikan," kata Doni.
Ketua RW 10 Desa Rancapanggung Rohmat mengatakan, gerombolan nyamuk yang merangsek ke permukiman dan rumah warga itu biasanya muncul sore hingga pagi hari. Kemudian nyamuk menghilang saat terik matahari mulai menyinari daerah tersebut.
"Pagi sampai jam 8 pagi banyak nyamuknya, mulai panas hilang, datang lagi jam 5 sore mulai masuk ke rumah. Jadi kalau mulai gelap, malam itu banyak," kata Rohmat.
Warga sejauh ini hanya mengandalkan obat nyamuk bakar untuk melumpukan gerombolan nyamuk. Sebab, fogging yang dilakukan beberapa waktu lalu ternyata tidak efektif, bahkan menurut Rohmat malah membuat populasi nyamuk semakin banyak. "Fogging udah kemarin tapi malah makin banyak nyamuknya. Jadi sekarang pake obat nyamuk bakar aja sehari bisa abis satu dus (satu pack)," kata Rohmat.
Dirinya menegaskan, gerombolan nyamuk yang menyeramg warga memang tak menimbulkan penyakit berbahaya seperti demam berdarah dangue (DBD) dan chikungunya seperti jenis aedes egypti. Namun tetap saja keberadaannya menganggu aktivitas dan menyebabkan warga mengalami gatal-gatal.
"Nyamuk itu sudah tiga bulan masuk ke pemukiman warga, jadinya resah dan menganggu. Nyamuknya menggigit, jadinya gatal-gatal, bentol langsung merah bekasnya," ucap Rohmat.
Menurutnya, berkembangbiaknya populasi nyamuk di wilayahnya itu dikarenakan masifnya pertumbuhan eceng gondok di perairan Waduk Saguling. Sehingga warga berharap pihak terkait segera membersihkan eceng gondok yang mememuhi perairan.
"Air Saguling itu biasanya delapan bulan sekali surut, kemarin enggak surut akhirnya ecengnya bertambah banyak. Sekarang ecengnya tambah penuh meluas dan nyamuknya banyak sekarang," kata Rohmat.
.png)
3 hours ago
4















































