Perlawanan Islam Irak Klaim Tembak Jatuh Pesawat AS KC-135

5 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, BAGHDAD – Kelompok Perlawanan Islam di Irak (IRI) mengumumkan Jumat pagi bahwa mereka telah menembak jatuh sebuah pesawat KC-135 Amerika dan memaksa pesawat lain mendarat darurat. Klaim ini menyangkal keterangan Komando Pusat AS (CENTCOM) bahwa kedua pesawat itu terdampak insiden kecelakaan.

Dalam keterangannya, kelompok perlawanan Irak yang terafiliasi dengan Iran itu menyatakan  menargetkan pesawat lain di Irak barat dengan senjata yang sesuai. Mereka menambahkan bahwa pesawat kedua “melakukan pendaratan darurat di salah satu bandara musuh, dan awaknya berhasil melarikan diri.”

Pihak perlawanan Irak juga mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan 31 operasi drone dan rudal terhadap pangkalan AS di Irak dan wilayah tersebut dalam 24 jam terakhir. Faksi-faksi bersenjata Irak mengumumkan bahwa mereka juga menargetkan pangkalan-pangkalan di Irak.

Kelompok Perlawanan Islam di Irak adalah payung dari sejumlah kelompok perlawanan di Irak yang biasanya berhaluan Syiah. Mereka disebut kerap mendapat dukungan logistik dari Iran.

Televisi Iran mengutip Markas Besar Garda Revolusi Khatam al-Anbiya yang mengatakan bahwa sebuah pesawat Amerika ditembak jatuh di Irak barat "oleh rudal dari faksi perlawanan," membenarkan bahwa awaknya tewas.

Menurut Channel 12 Israel, pesawat pengisian bahan bakar kedua mendarat di Bandara Ben Gurion. Sedangkan pesawat lainnya diketahui jatuh di dekat Turaibil, di sepanjang perbatasan Irak-Yordania, CBS News melaporkan, mengutip sumber intelijen Irak.

Komando Pusat AS (CENTCOM) sebelumnya telah mengumumkan bahwa sebuah pesawat pengisian bahan bakar telah jatuh di Irak barat. Mereka mengeklaim bahwa insiden tersebut bukanlah akibat dari "tembakan musuh atau kawan", dan mencatat bahwa upaya penyelamatan sedang berlangsung.

CENTCOM mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di platform X-nya pada Jumat malam bahwa pesawat tersebut adalah KC-135 dan jatuh saat terbang “di wilayah udara sahabat selama Operasi Epic Fury melawan Iran.”

Dia menjelaskan bahwa insiden tersebut melibatkan dua pesawat, salah satunya jatuh di Irak barat, dan yang lainnya mendarat dengan selamat, menurut pernyataan itu.

Seorang pejabat AS, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada Reuters bahwa pesawat tersebut membawa enam tentara.

Pesawat-pesawat ini, yang dirancang oleh Boeing pada tahun 1950-an dan awal 1960-an, merupakan tulang punggung armada pengisian bahan bakar udara militer AS dan penting agar pesawat dapat melanjutkan misinya tanpa harus mendarat untuk mengisi bahan bakar.

Tujuh tentara Amerika telah tewas sejak Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari. Reuters melaporkan pada hari Selasa bahwa hingga 150 tentara Amerika terluka dalam perang itu.

Kejadian ini di tengah meningkatnya serangan terhadap Iran sebagai bagian dari perang AS-Israel yang berlangsung sejak 28 Februari, dan balasan yang dilancarkan oleh Teheran terhadap negara-negara Teluk, Irak dan Yordania dengan dalih “menargetkan pangkalan-pangkalan AS.” 

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |