Pentagon Siapkan 1.500 Tentara Elit untuk Unjuk Rasa Minnesota

2 hours ago 2

Pengunjuk rasa berkumpul dalam aksi menolak deportasi Muslim di Minneapolis, Minnesota, AS, 17 Januari 2026. Aksi ini sebagai bagian dari tindakan keras imigrasi federal yang melibatkan lebih dari 2.000 agen dari Border Patrol, Immigration and Customs Enforcement (ICE), dan Homeland Security Investigations (HSI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pentagon tengah menyiapkan sekitar 1.500 anggota pasukan Divisi Lintas Udara ke-11 untuk kemungkinan pengerahan ke Minnesota jika kerusuhan meningkat di tengah operasi imigrasi di negara bagian tersebut, demikian laporan The Washington Post mengutip pejabat pertahanan Amerika Serikat (AS).

Pada Selasa, Menteri Keamanan Dalam Negeri Kristi Noem mengumumkan peluncuran operasi imigrasi terbesar di Minnesota. Yaitu dengan sekitar 2.000 agen dan petugas dikerahkan ke negara bagian itu.

Sejumlah sumber mengatakan pasukan tersebut akan berasal dari dua batalion infanteri Divisi Lintas Udara ke-11 Angkatan Darat AS yang berbasis di Alaska, sebuah unit yang memiliki spesialisasi operasi di cuaca dingin.

Para prajurit telah diperintahkan untuk bersiap menghadapi kemungkinan pengerahan jika kerusuhan di Minnesota meningkat. Meskipun para pejabat menyebutkan belum jelas apakah pasukan tersebut pada akhirnya akan digunakan, demikian laporan surat kabar itu.

Gedung Putih mengatakan kepada The Washington Post bahwa merupakan praktik standar bagi Pentagon untuk bersiap menghadapi setiap kemungkinan keputusan Presiden AS Donald Trump. Pada 15 Januari, Trump mengatakan akan menggunakan kewenangan untuk memberlakukan Undang-Undang Pemberontakan (Insurrection Act) terhadap pemerintahan Minnesota yang dituduh mendorong aksi unjuk rasa menentang Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE).

Noem kemudian mengatakan presiden tidak memiliki rencana untuk menarik petugas ICE dari Minnesota.

Undang-Undang Pemberontakan (Insurrection Act ) merupakan undang-undang federal AS yang diadopsi pada 1807. Aturan tersebut memberi kewenangan kepada presiden untuk mengerahkan Angkatan Bersenjata AS dan Garda Nasional di seluruh negeri atau di negara bagian tertentu guna menekan kerusuhan sipil, pemberontakan, atau perlawanan bersenjata terhadap pemerintah federal.

Ancaman penggunaan Insurrection Act muncul di tengah protes besar terhadap operasi imigrasi federal. Ketegangan di Minnesota meningkat setelah seorang warga tewas dalam insiden penembakan oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai AS, yang memicu demonstrasi luas di Minneapolis dan daerah lainnya.

Pemerintah federal telah mengerahkan banyak agen imigrasi ke negara bagian itu dalam operasi penegakan imigrasi terbesar yang pernah dilakukan di Minnesota. Belum ada keputusan akhir dari pemerintah federal mengenai pengerahan militer, dan pejabat Pentagon menegaskan pasukan yang telah disiapkan akan digunakan hanya jika situasi semakin memburuk dan sesuai dengan hukum yang berlaku.

Minnesota merupakan salah satu negara bagian di AS bagian barat tengah, yang dikenal dengan sebutan "Tanah 10.000 Danau", dengan Ibu Kota Saint Paul dan kota terbesarnya Minneapolis. Negara bagian ini terkenal dengan alamnya yang kaya akan pertanian, sumber daya alam serta kehidupan perkotaan yang aktif, dan merupakan rumah bagi 11 bangsa pribumi Amerika yang berdaulat.

sumber : Antara/Sputnik/RIA-Novosti-OANA

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |