REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya hingga saat ini masih menjadi masalah. Pengelolaan sampah di wilayah Bandung Raya memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).
Selama ini, TPA Sarimukti menjadi tumpuan pembuangan sampah. Namun, kapasitasnya sangat terbatas. Wakil Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar), MQ Iswara mengatakan TPA Sarimukti saat ini sedang dipersiapkan untuk bertransformasi dari metode konvensional menjadi teknologi mutakhir.
Iswara menjelaskan, rencana pengembangan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti telah memasuki babak baru. Menurutnya, nota kesepahaman (MoU) dengan pemerintah pusat telah dilakukan untuk mengubah sistem pengelolaan sampah di sana.
"Sarimukti itu sudah MoU dengan pemerintah pusat. Selama ini kan masih menggunakan metode open dumping yang tidak memanfaatkan teknologi," ujar Iswara kepada Republika.co.id, di Bandung, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, ke depan TPA Sarimukti akan dikembangkan menjadi proyek Waste to Energy atau Pembangkit Sampah Energi Listrik (PSEL). Proyek ini, diperkirakan membutuhkan investasi yang sangat besar, mencapai angka Rp 5 hingga 6 triliun. Pendanaannya, direncanakan bakal dilakukan melalui skema pembiayaan Danaantara.
Saat ini, kata dia, proses tersebut tengah menempuh sejumlah tahapan regulasi dan teknis. Salah satu poin krusial adalah koordinasi terkait lahan dengan pihak Perhutani. Dari total 39,4 hektar lahan milik Perhutani, informasi awal menyebutkan sekitar 21 hektar akan digunakan untuk proyek ini melalui skema Kerja Sama Operasional (KSO).
"Selain soal lahan, ada juga kajian dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait kelayakan Amdal, jarak dengan pemukiman warga, hingga koordinasi dengan Menko Marves untuk penetapan vendor," katanya.
Iswara mengatakan, proses pembangunan fisik diperkirakan memakan waktu sekitar dua tahun. Jika seluruh tahapan administratif selesai dan konstruksi dimulai akhir tahun ini, maka teknologi pengolah sampah ini diproyeksikan mulai beroperasi pada tahun 2028 mendatang.
Nantinya, kata dia, kapasitas pengolahan sampah di Sarimukti akan meningkat drastis hingga mencapai 3.515 ton per hari. Cakupan layanannya pun tidak hanya terbatas pada Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, dan KBB), tetapi juga akan menjangkau wilayah Cianjur dan Purwakarta.
Namun, kata Iswara, meskipun proyek ini menjadi solusi besar di masa depan, Iswara tetap mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam mengelola sampah dari sumbernya. "Sambil menunggu (operasional 2028), masyarakat diharapkan tetap konsisten mengurangi penggunaan sampah dan melakukan pemilahan sejak dari rumah," katanya.
.png)
3 hours ago
4















































