Pejuang Mushola kembali Jaga Kebersihan Tempat Ibadah di Tengah ‘Pegunungan Sampah’

6 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Menjaga kebersihan tempat ibadah bukan sekadar tentang membuat ruangan tampak bersih. Di tengah lingkungan yang memiliki tantangan kebersihan, menjaga kebersihan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menciptakan ruang ibadah yang nyaman sekaligus membangun kebiasaan hidup bersih di tengah masyarakat.

Semangat itulah yang dibawa Pejuang Mushola saat menyambangi Mushola Al-Hidayah, Jalan Pangkalan 6 No. 5, RT 002/RW 004, Ciketing Udik, Kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya diisi dengan aksi bersih-bersih mushola. Masyarakat sekitar juga mendapatkan edukasi mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Misi edukasi ini dibawa bersama rekan seperjuangan Pejuang Mushola, yakni Unilever Indonesia, yang kemudian menjadi pengingat masyarakat di sekitar Mushola Al-Hidayah untuk senantiasa menjaga kebersihan diri dan kesehatan keluarga, kendatipun hidup di kawasan yang dikelilingi pegunungan sampah.

Melalui edukasi PHBS, kegiatan ini mengajak masyarakat untuk tidak mengabaikan kebersihan diri. Sebaliknya, kebiasaan hidup bersih justru perlu dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan setiap hari.

Dalam sesi tersebut, warga mendapatkan pengetahuan praktis mengenai cara menjaga kebersihan diri dari rambut hingga ujung telapak kaki, seperti menggunakan sabun dengan benar saat mandi, cara keramas yang tepat, langkah-langkah mencuci tangan, hingga teknik menyikat gigi yang baik dan benar.

Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kebersihan tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.

Marbot Mushola Al-Hidayah, Ustadz Abdurrahman, menilai kehadiran Pejuang Mushola merupakan sebuah ikhtiar yang tepat. Menurutnya, kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi kebersihan mushola, tetapi juga menghadirkan perhatian kepada masyarakat yang sehari-hari berhadapan dengan berbagai tantangan lingkungan.

“Menurut saya, ikhtiar Pejuang Mushola ini sudah sangat tepat. Mushola bukan hanya tempat untuk beribadah, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat. Ketika mushola dirawat dan masyarakat diberikan edukasi, manfaatnya bisa dirasakan bersama,” ujar Ustadz Abdurrahman.

Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga semangat menjaga kebersihan tidak berhenti setelah kegiatan selesai.

“Yang paling penting adalah bagaimana semangat ini bisa terus hidup di masyarakat. Setelah musholanya dibersihkan, warga juga terdorong untuk menjaga kebersihan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Antusiasme serupa juga terlihat dari lingkungan warga. Ketua RT setempat, Jibril Emin, menyambut baik kehadiran Pejuang Mushola dan kegiatan edukasi PHBS yang telah terlaksana di lingkungan Mushola Al-Hidayah.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat yang lebih luas karena tidak hanya menyentuh aspek kebersihan tempat ibadah, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan warga dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat menyambut baik kegiatan Pejuang Mushola di sini. Kehadiran teman-teman memberikan perhatian yang sangat berarti bagi warga. Apalagi ada edukasi PHBS, sehingga masyarakat mendapatkan pengetahuan yang bisa langsung dipraktikkan di rumah,” ujar Jibril Emin.

Usai mendapatkan edukasi, suasana kemudian berlanjut dengan aksi nyata. Tim Pejuang Mushola, Unilever Indonesia, serta warga kompak melakukan kegiatan bersih-bersih di lingkungan Mushola Al-Hidayah. Hal ini menjadi gambaran sederhana bahwa menjaga kebersihan tempat ibadah merupakan tanggung jawab kolektif.

Dengan peralatan kebersihan yang tersedia, gotong royong warga dan tim Pejuang Mushola membuktikan bahwa kebersamaan menjadi kekuatan. Mushola yang bersih memberikan ruang yang lebih nyaman bagi warga untuk beribadah, sementara edukasi PHBS memberikan bekal agar kebiasaan hidup bersih dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, Pejuang Mushola hadir bukan hanya untuk membersihkan sebuah tempat. Lebih dari itu, gerakan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kembali rasa peduli terhadap rumah ibadah dan lingkungan di sekitarnya.

Sebab, merawat mushola adalah merawat ruang bersama. Dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan adalah bentuk kebaikan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh banyak orang.

Dari Mushola Al-Hidayah, semangat itu kembali tumbuh: bahwa kondisi lingkungan yang penuh tantangan tidak seharusnya memadamkan ikhtiar untuk hidup bersih, menjaga tempat ibadah, dan berbuat baik bersama-sama.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |