Pakar Bakteria Belanda Tugas di Jeddah Jatuh Cinta kepada Makkah, Masuk Islam dengan Gaya Eropa

9 hours ago 7

Warna bangunan di tua di Kota Tua Jeddah (Jeddah Historical District) bisa menyiratkan profesi pemilik rumah tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- Dalam salah satu kisah paling unik di Eropa yang mempertemukan kolonialisme, ilmu pengetahuan, agama, dan ibadah haji sebagai rukun Islam, nama dokter Belanda Dr B H Van der Hoog (1888–1957) menempati tempat tersendiri.

Setelah memeluk Islam, ia dikenal dengan nama Muhammad Abdul Ali. Perjalanan hidupnya menjadi kisah berlapis yang memadukan politik kolonial terhadap Makkah dan haji, dunia kedokteran kolonial, riset bakteriologi, hingga pengalaman spiritual mendalam di Tanah Suci.

Kisah ini bukan sekadar cerita seorang dokter Eropa di Hijaz, melainkan perjalanan transformasi identitas seorang pria yang hidup di antara dua dunia: Eropa dan Makkah al-Mukarramah sebagai pusat spiritual Islam yang menghimpun pengalaman keagamaan umat Muslim dari seluruh penjuru dunia.

Van Der Hoog termasuk bagian dari gelombang kecil orang Eropa yang memeluk Islam pada masa antara dua perang dunia. Fenomena ini memang tidak terlalu besar di Belanda dibandingkan negara-negara Eropa lain seperti Inggris, Prancis, atau Jerman.

Namun, di kalangan tertentu, terutama kaum intelektual Eropa, mulai muncul pencarian spiritual di luar tradisi Kristen konvensional. Pada saat yang sama, dunia Islam dipandang sebagai ruang perjumpaan antara pengetahuan, kolonialisme, dan kebudayaan.

Dikutip dari Aljazeera, Kamis (28/5/2026), Van der Hoog lahir pada 1888 dari keluarga militer Belanda. Ayahnya merupakan seorang jenderal di angkatan bersenjata.

Ia menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Leiden University, salah satu pusat studi orientalisme dan kajian Islam paling penting di Belanda sejak akhir abad ke-16.

Meski memiliki ketertarikan besar pada ilmu pengetahuan, sang ayah mendorongnya menjalani jalur disiplin yang menggabungkan kedokteran dan pengabdian militer. Karena itu, Van der Hoog memilih terjun ke dunia kedokteran kolonial ketimbang mengikuti jejak ayahnya sepenuhnya di militer.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |