MilkLife Soccer Challenge Raih Grassroots Development Program of The Year di PSSI Awards

10 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – MilkLife Soccer Challenge meraih penghargaan sebagai PT Freeport Indonesia Grassroots Development Program of The Year dalam acara PSSI Awards yang diselenggarakan di Jakarta, akhir pekan lalu. Program yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama susu MilkLife ini diharapkan dapat semakin memotivasi dan menggerakan lapisan usia dini untuk mencintai dan berprestasi di sepak bola putri.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengatakan PSSI Awards bukan sekadar malam penghargaan, namun merupakan bentuk apresiasi bagi seluruh pihak yang berkontribusi membangun sepak bola Indonesia. Pertama kali digelar sejak PSSI berdiri pada 95 tahun lalu, ajang yang memberikan 17 kategori penghargaan ini mendapat respon positif dan dihadiri oleh jajaran Exco PSSI, pelatih timnas Indonesia John Herdman, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, serta sejumlah pemain timnas.

“Panggung ini untuk mengapresiasi para pahlawan di lapangan hijau. Bukan cuma pemain, tetapi juga wasit, PSSI provinsi, sponsor, komunitas, dan banyak pihak lain yang terus bekerja dari level grassroots sampai sepak bola prestasi. PSSI Awards hadir dengan semangat yang lebih hangat, lebih dekat, dan lebih membumi dengan memberi penghargaan kepada semua yang selama ini ikut menjaga mimpi sepak bola Indonesia tetap hidup,” ujar Erick Thohir.

Penghargaan terhadap MilkLife Soccer Challenge diterima oleh Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. Ia bertutur, apresiasi dari PSSI ini merupakan suntikan motivasi bagi penyelenggara untuk terus mengembangkan MilkLife Soccer Challenge sehingga menjadi lokomotif yang memperkuat fondasi ekosistem sepak bola putri di Tanah Air, khususnya di usia dini.

“Penghargaan ini didedikasikan untuk mendiang Bapak Michael Bambang Hartono bersama Robert Budi Hartono yang serius membangun fondasi pembinaan olahraga yang dilakukan Djarum Foundation dan juga bagi semua pihak yang bekerja di balik layar demi suksesnya MilkLife Soccer Challenge. Di masa mendatang, kami berharap MilkLife Soccer Challenge dapat menjangkau lebih banyak talenta-talenta usia dini yang kelak dapat diasah menjadi pesepakbola putri profesional dan bisa memperkuat Tim Nasional,” tutur Teddy.

Bermula pada 2023 di Kudus, Jawa Tengah, saat ini penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge menjangkau 12 kota di Tanah Air yakni Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Kudus, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Samarinda dan Banjarmasin. Di setiap kota tersebut, kompetisi akan diadakan dua kali dalam satu tahun.

Kuantitas peserta MilkLife Soccer Challenge juga menunjukkan tren positif dengan peningkatan di setiap seri. Pada Seri 1 2024, tercatat 5.163 peserta turut andil. Sementara Seri 2 2024 meningkat sebanyak 10.051 siswi berpartisipasi. Lalu pada MilkLife Soccer Challenge Seri 1 2025 – 2026, peserta semakin tinggi yaitu 17.492. Sehingga, secara total MilkLife Soccer Challenge sudah diikuti oleh 32.706 calon pesepakbola putri Tanah Air ambil bagian sejak pertama kali kompetisi ini diselenggarakan.

Kepala Sekolah SDN Klepu 03 Semarang, Didit Sulistio mengapresiasi MilkLife Soccer Challenge yang diselenggarakan secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, turnamen KU 8, KU 10, dan KU 12 ini membuat anak didiknya lebih giat berolahraga, semakin sehat, dan berkembang secara kognitif. Terlebih SDN Klepu 03 Semarang pada KU 10 berhasil meraih gelar juara empat seri beruntun, mulai dari Seri 2 2024 hingga Seri 2 2025 - 2026.

“MilkLife Soccer Challenge telah menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengekspresikan diri dan menemukan bakat mereka di bidang olahraga. Penghargaan yang diraih MilkLife Soccer Challenge sebagai Grassroots Development Program of the Year di ajang PSSI Awards 2026 merupakan pencapaian yang sangat positif dan patut diapresiasi. Ini menunjukkan bahwa program pembinaan sepak bola usia dini di Indonesia mulai mendapatkan perhatian serius dan berjalan ke arah yang benar. Dengan konsistensi dan kolaborasi semua pihak, program seperti ini diharapkan bisa menjadi pondasi kuat bagi kemajuan sepak bola Indonesia di masa depan,” ujar dia.

Sementara itu, salah satu jebolan MilkLife Soccer Challenge, Albianca Raula mengaku mimpinya menjadi pesepakbola profesional sangat terbantu dengan adanya turnamen ini. Bukan hanya sekadar kompetisi 7 vs 7, tapi berbagai rangkaian seperti Skill Challenge, MilkLife Soccer Extra Training, MilkLife Soccer Challenge All-Stars membuat kualitas teknik serta mentalnya semakin terasah untuk terus menjadi lebih baik.

“MilkLife Soccer Challenge sangat membantu saya untuk menekuni dunia sepak bola, hingga saya sempat masuk seleksi Timnas Wanita untuk Piala AFF U-16. Bagi pesepakbola putri belia seperti saya jadi memiliki wadah sehingga kami terus termotivasi untuk menggapai mimpi. Karena tidak hanya berhenti di MLSC saja, tapi turnamen berjenjang seperti Piala Pertiwi dan Hydroplus Soccer League,” ujar atlet putri yang mulai mengikuti MilkLife Soccer Challenge sejak bersekolah di SDN Kebagusan 03 Jakarta.

Senada dengan Albianca, Ika Wonda merasa bersyukur bisa merumput di MilkLife Soccer Challenge tatkala ia mengenyam pendidikan di SD Kristen Manahan, Solo. Sebab dari turnamen ini, ia juga mampu merasakan ketatnya pertandingan taraf internasional pada JSSL Singapore 7’s 2025 dan membawa timnya meraih gelar runner-up. Ia berharap agar virus positif MilkLife Soccer Challenge untuk menyebarkan kecintaan bermain sepak bola semakin meluas, serta menemukan lebih banyak bibit-bibit potensial pesepakbola Tanah Air.

“Aku ikut bangga karena MilkLife Soccer Challenge berhasil meraih Grassroots Development Program of The Year dalam acara PSSI Awards 2026. Karena aku sendiri merasakan banyak sekali pengalaman berharga yang aku rasakan dari pertama kali mengikuti turnamen ini. Dan semoga semakin banyak calon srikandi muda sepak bola yang berpartisipasi di MilkLife Soccer Challenge dan skuad Merah Putih mendatang bisa masuk Piala Dunia Wanita,” kata Ika.

Selain mempertandingkan format 7 vs 7 untuk KU 10 dan KU 12, MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 juga kembali menghadirkan Festival SenengSoccer untuk KU 8, serta Skill Challenge yang menjadi sarana pengenalan dan pengembangan kemampuan dasar sepak bola sejak usia dini. Setelah dua seri rampung di seluruh kota penyelenggaraan, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All-Stars, yang mempertemukan talenta terbaik di setiap kota hasil kurasi sepanjang turnamen dan mengikuti pelatihan intensif pada MilkLife Soccer Extra Training.

Terdapat perbedaan format pertandingan MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026, yakni yang sebelumnya 7 vs 7 kini menjadi 9 vs 9. MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025 – 2026 diagendakan digelar pada bulan Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Mereka akan mewakili kota masing-masing untuk memperebutkan podium juara.

MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025 - 2026 akan berlanjut mulai bulan April. Berikut jadwalnya:

● Samarinda : 23 - 26 April 2026

● Bekasi : 28 April - 3 Mei 2026

● Banjarmasin : 30 April - 3 Mei 2026

● Kudus : 12 - 17 Mei 2026

● Surabaya : 12 - 17 Mei 2026

● Malang : 21 - 24 Mei 2026

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |