REPUBLIKA.CO.ID, MAJALENGKA -- Modus penipuan terhadap calon jamaah haji saat ini semakin marak. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI pun mengingatkan kaum Muslimin agar berhati-hati. Mereka diharapkan tidak tergiur oleh iming-iming naik haji secara mudah tanpa melewati prosedur resmi.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pihaknya bersama dengan Kepolisian RI sudah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Haji Ilegal. Ini berfungsi untuk menangani kasus-kasus penipuan yang mengimingi-imingi masyarakat dengan haji reguler di luar kuota.
Lebih lanjut, Wamenhaj mengungkapkan, dalam konteks nasional kasus penipuan terhadap calon jamaah haji paling banyak terjadi di Provinsi Jawa Barat.
“Temuan kami, Jawa Barat itu kasus-kasus penipuan haji non-kuota atau bukan visa haji itu termasuk yang paling tinggi,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak di sela-sela acara pelepasan 441 orang anggota jamaah haji Kelompok Terbang 11 di Embarkasi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada Jumat (1/5/2026).
Ia menegaskan, siapapun yang mau berangkat ke Arab Saudi pada musim haji harus memiliki visa haji. Satgas Haji Ilegal akan menangkap siapa saja yang coba-coba ke Tanah Suci tanpa kelengkapan dokumen resmi.
“Dan itu sanksinya luar biasa. Oleh sebab itu, hati-hati dan jangan main-main,” tegas Dahnil.
Ia menambahkan, pada tahun ini Kemenhaj RI terus berfokus dalam memastikan, hanya mereka yang berhak yang bisa berangkat ke Tanah Suci. Pemberangkatan haji illegal, apa pun modusnya, pasti akan ditindak secara hukum, baik oleh pihak Kepolisian RI (Polri) maupun pihak aparat Kerajaan Arab Saudi.
Ia menjelaskan, Polri sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Arab Saudi. Bahkan, dalam beberapa hari ini, Polri sudah melakukan penangkapan terhadap pihak-pihak yang memproduksi dokumen-dokumen badal haji serta bentuk penipuan lainnya.
“Dan, pasti ini akan lebih banyak ditangkap karena praktik-praktik ini masih masif,” ucap Wamenhaj.
Terkait layanan haji, Kemenhaj mengutamakan jamaah prioritas, terutama kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas. Mereka bisa mendapatkan tempat duduk di pesawat terbang dengan fasilitas bisnis.
Tak hanya itu, pelayanan di bandara terhadap calon jamaah haji juga harus maksimal. Khususnya di Embarkasi Kertajati, terdapat 40 kloter atau sekitar 17.700 jamaah haji dari Jawa Barat yang dilayani pada musim haji tahun ini.
.png)
12 hours ago
8















































