MahakaX Bukukan Pendapatan Rp 184 Miliar pada 2025

7 hours ago 5

Direktur Utama PT Mahaka Media Tbk (Mahaka X) Adrian Syarkawi menyampaikan paparan dalam Public Expose 2026 di Jakarta, Senin (25/5/2026). Mahaka X menyiapkan penguatan bisnis dan ekosistem media digital.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mahaka Media Tbk atau mahakaX membukukan pendapatan sebesar Rp 184 miliar sepanjang 2025. Perseroan menyatakan akan memperkuat efisiensi dan kolaborasi bisnis untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah dinamika industri media digital.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) 2026 yang digelar pada Senin (25/5/2026). Dalam rapat tersebut, pemegang saham juga menyetujui perubahan susunan direksi. Adrian Syarkawi ditunjuk menjadi Direktur Utama menggantikan Ronny W Sugiadha. Selain itu, Aditama Wahyudi Mirza masuk dalam jajaran direksi perseroan.

Direktur Utama mahakaX Adrian Syarkawi mengatakan perusahaan akan fokus menjaga kesinambungan bisnis dan memperkuat kapasitas adaptasi di industri media kreatif yang terus berubah. “Fokus kami ke depan adalah menjaga keberlanjutan momentum tersebut. Dengan ekosistem yang terintegrasi dan unit bisnis yang saling melengkapi, kami percaya mahakaX dapat terus memperkuat posisinya di industri media digital kreatif,” ujar Adrian.

Menurut dia, perubahan perilaku audiens dan perkembangan platform digital membuat industri media harus bergerak lebih adaptif. Karena itu, mahakaX akan memperkuat integrasi antarunit bisnis untuk menghadirkan konten dan layanan yang lebih relevan bagi masyarakat.

Perseroan juga akan mengoptimalkan kolaborasi lintas lini usaha, mulai dari media, penyiaran, aktivasi merek, event, hingga platform komunitas untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Sepanjang 2025, mahakaX juga mencatat EBITDA negatif Rp 11 miliar, rugi operasional Rp 15 miliar, dan rugi bersih Rp 26 miliar. Perseroan menyebut kondisi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga efisiensi operasional di tengah tantangan industri media dan kondisi ekonomi saat ini.

Karena masih mencatatkan ekuitas negatif, perseroan memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |