Khutbah Wukuf Arafah: Oleh-Oleh Terbaik dari Ibadah Haji adalah Ketakwaan

6 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Amirulhaj Indonesia sekaligus Khatib Wukuf di Arafah Asep Saifuddin Chalim menegaskan bahwa oleh-oleh terbaik dari ibadah haji adalah ketakwaan dan perubahan diri menjadi manusia yang lebih bermanfaat bagi sesama.

Dalam khutbah wukuf di Padang Arafah pada puncak ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Selasa (26/5/2026), Asep mengajak jamaah menjadikan momentum Arafah sebagai jalan kembali kepada Allah SWT dengan hati yang lebih bersih dan kehidupan yang lebih dekat kepada nilai-nilai keimanan.

“Oleh-oleh terbaik dari haji adalah takwa, hati yang lebih bersih, hidup yang lebih dekat kepada Allah, kesediaan untuk menjadi manusia yang lebih bermanfaat,” kata Asep di hadapan jamaah haji Indonesia.

Ia mengatakan Padang Arafah mengajarkan bahwa tidak ada kemuliaan sejati selain ketakwaan. Menurut dia, harta, jabatan, maupun kedudukan tidak menjadikan seseorang lebih mulia di hadapan Allah SWT.

“Di tempat ini semua hadir sebagai hamba. Semua memohon ampun. Semua mengharap rahmat Allah,” ujarnya.

Menurut dia, haji mabrur tidak hanya diukur dari selesainya rangkaian manasik, tetapi dari perubahan perilaku setelah kembali ke tanah air.

“Haji mabrur adalah perubahan hidup yang tampak pada hati yang lebih lembut, ibadah yang lebih terjaga, lisan yang lebih santun, sikap yang lebih sabar dan bijak, serta kepedulian yang lebih nyata dalam kehidupan,” ujarnya.

Asep juga menekankan pentingnya persaudaraan dan kepedulian sosial yang dipelajari jamaah selama berhaji. Jutaan umat Islam dari berbagai bangsa, kata dia, dipersatukan oleh tauhid meski berbeda bahasa, warna kulit, dan latar belakang.

Dalam kesempatan itu, ia turut menjelaskan program “Tri Sukses Haji” yang dicanangkan pemerintah, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi haji, dan sukses keadaban serta peradaban.

Menurut dia, sukses ritual menekankan pentingnya pelaksanaan ibadah sesuai tuntunan syariat, sementara sukses ekosistem ekonomi haji diarahkan agar pengelolaan dana dan layanan haji dilakukan secara amanah, transparan, dan memberikan manfaat bagi ekonomi umat serta bangsa.

Adapun sukses keadaban dan peradaban, kata dia, bertujuan membentuk jamaah haji yang mampu menjadi penebar kedamaian dan perekat persaudaraan di tengah masyarakat.

“Haji bukan hanya membentuk kesalehan pribadi, tetapi juga harus menguatkan kesalehan sosial dan menjadi katalisator peradaban bangsa,” ujarnya.

Ia berharap seluruh jamaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air dengan membawa perubahan diri yang lebih baik, akhlak yang lebih mulia, dan semangat melayani sesama.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |