Kasidah yang Berisikan Permohonan Menutup Keburukan Diri

5 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kasidah Ya Alima Sirri Minna karya ulama besar Yaman, Habib Abdullah bin Alawi Al Haddad, menjadi salah satu syair religi yang sangat populer di berbagai majelis sholawat di Indonesia.

Kasidah ini tidak hanya berisi pujian dan penghambaan kepada Allah SWT, tetapi juga doa mendalam agar seluruh aib ditutupi, dosa diampuni, serta hati dan amal diperbaiki.

Syair-syair dalam kasidah ini banyak dilantunkan dalam majelis dzikir karena menyentuh sisi paling pribadi manusia: rasa takut atas dosa, harapan terhadap rahmat Allah, dan kegelisahan menghadapi kelemahan diri sendiri.

Berikut beberapa bait kasidah tersebut sebagaimana dikutip dari kitab Al Khulashoh fi Adzkarin wa Ad’iyatin Waaridatin wa Matsuratin yang disusun Habib Umar bin Muhammad bin Salim Al Hafidz:

Memohon Agar Aib Ditutupi

ﻳَﺎﻋَﺎﻟِﻢَ ﺍﻟﺴِّﺮِّﻣِﻨَّﺎ ، ﻟَﺎﺗَﻬْﺘِﻚِ ﺍﻟﺴِّﺘْﺮَﻋَﻨَّﺎ

Ya ‘alima sirri minna, la tahtikis sitra ‘anna

“Wahai Yang Maha Mengetahui rahasia kami, janganlah Engkau buka aib kami di hadapan manusia.”

ﻭَﻋَﺎﻓِﻨَﺎﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨَّﺎ ، ﻭَﻛُﻦْ ﻟَﻨَﺎﺣَﻴْﺚُ ﻛُﻨَّﺎ

Wa ‘afina wa’fu ‘anna, wa kun lana haitsu kunna

“Sembuhkan kami dan maafkan kami, serta jagalah kami di mana pun kami berada.”

Bait pembuka ini menjadi bagian paling populer karena menggambarkan pengakuan seorang hamba atas kelemahan dan dosa-dosanya. Dalam tradisi tasawuf, permohonan agar aib ditutupi dianggap sebagai bentuk adab tertinggi seorang hamba kepada Allah SWT.

Keluh Kesah Seorang Hamba

ﻳَﺎﺭَﺏِّ ﻳَﺎﻋَﺎﻟِﻢَ ﺍﻟْﺤَﺎﻝْ ، ﺍِﻟَﻴْﻚَ ﻭﺟَّﻬْﺖُ ﺍﻟْﺂﻣَﺎﻝْ

Ya Rabbi ya ‘alimal hal, ilaika wajjahtul aamaal

“Wahai Tuhanku Yang Maha Mengetahui keadaanku, hanya kepada-Mu aku arahkan segala harapanku.”

ﻓَﺎﻣْﻨُﻦْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺑِﺎﻟْﺎِﻗْﺒَﺎﻝْ ، ﻭَﻛُﻦْ ﻟَﻨَﺎﻭﺍﺻْﻠِﺢِ ﺍﻟْﺒَﺎﻝْ

Famnun ‘alaina bil iqbal, wa kun lana washlihil baal

“Maka limpahkanlah karunia-Mu kepada kami, dan perbaikilah seluruh urusan kami.”

Syair ini menggambarkan kepasrahan total seorang manusia yang menyadari bahwa hanya Allah tempat bergantung dalam segala keadaan.

Mengakui Kehinaan Diri di Hadapan Allah

ﻳَﺎﺭَﺏِّ ﻳَﺎﺭَﺏِّ ﺍﻟْﺎَﺭْﺑَﺎﺏْ ، ﻋَﺒْﺪُﻙْ ﻓَﻘِﻴْﺮُﻙْ ﻋَلى اﻟْﺒَﺎﺏْ

Ya Rabbi ya Rabbal arbab, ‘abduka faqiruka ‘alal baab

“Wahai Tuhan dari segala penguasa, hamba-Mu yang fakir ini berada di depan pintu-Mu.”

ﺍَﺗَﻰ ﻮَﻗَﺪْﺑَﺖَّ ﺍﻟْﺎَﺳْﺒَﺎﺏْ ، ﻣُﺴْﺘَﺪْﺭِﻛًﺎﺑَﻌْﺪَ ﻣَﺎﻣَﺎﻝْ

Ataa wa qad battal asbaab, mustadrikan ba’da ma maal

“Ia datang setelah seluruh jalan terasa tertutup, mencoba kembali setelah lama tersesat.”

Bagian ini menggambarkan kondisi spiritual manusia yang merasa tidak memiliki daya apa pun selain berharap pada rahmat Allah SWT.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |