Penampakan kerusakan setelah serangan rudal semalaman dilaporkan menghantam daerah perumahan dekat kota Shoham, Israel tengah, 14 Maret 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, pada Kamis (19/3/2026), menyerukan tindakan mendesak dari negara-negara di kawasan untuk mencegah Amerika Serikat (AS) dan Israel menggunakan wilayah serta fasilitas mereka untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Baghaei menggambarkan pernyataan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan pada pertemuan konsultatif darurat di Riyadh sebagai tidak adil, sepihak, dan tidak konsisten dengan pendekatan yang bertanggung jawab terhadap perkembangan regional.
"Tidak ada pihak yang dapat mengabaikan fakta yang jelas akar penyebab krisis saat ini di kawasan adalah perang yang dipaksakan oleh AS dan rezim Israel,” katanya.
Ia juga menambahkankedua negara tersebut menggunakan pangkalan dan fasilitas militer di negara-negara regional untuk merencanakan, melaksanakan, dan mendukung tindakan agresif terhadap Iran.
Baghaei menekankan hak yang melekat pada Iran untuk membela diri terhadap agresi militer AS dan Israel. Dia juga mencatat bahwa berdasarkan hukum internasional dan Piagam PBB, tidak ada negara yang diizinkan membiarkan wilayah atau fasilitasnya digunakan oleh pihak ketiga untuk melakukan agresi militer terhadap negara lain.
Merujuk pada bukti kredibel tentang penggunaan berkelanjutan pangkalan regional untuk serangan, ia menyatakan negara-negara yang menampung fasilitas militer AS memikul tanggung jawab internasional.
sumber : Antara
.png)
3 hours ago
3















































