Khutbah Idul Fitri: Spirit Ramadhan untuk Membangun Bangsa

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH M Cholil Nafis Lc PhD, Wakil Ketua Umum MUI

الله ُأَكْبَرُ – الله ُأَكْبَرُ – الله ُأَكْبَرُ –3 X ُ كَبِيْرًا, وَالحَمْدُ لِلّهِ كَثِيْراً, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاَ, لاَإِلهَ إِلاَّالله ُوَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَاإِلهَ إِلاَّالله ُوَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ المُشْرِكُوْنَ وَلَوْكَرِهَ الكاَفِرُوْنَ وَلَوْكَرِهَ المُناَفِقُوْنَ.

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، الَّذِيْ أَكْمَلَ لَنَا الدِّيْنَ، وَأَتَمَّ لَنَا النِّعْمَةَ وَرَضِيَ لَنَا الْإِسْلَامَ دِيْنًا. تَفَضَّلَ عَلَيْنَا بِمَنِّهِ وَكَرَمِهِ وَلُطْفِهِ، أُسَبِّحُ لَهُ سُبْحَانَهُ، رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ وَكِيْلٌ، يُعِزُّ بَعْضَنَا وَيُذِلُّ بَعْضَنَا، إِلَهٌ كَرِيْمٌ وَاحِدٌ، جَلِيْلٌ مُنَزَّهٌ عَنِ الشَّبِيْهِ وَالشَّرِيْكِ وَالْمُمَاثِلِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً تُنْجِيْ قَائِلَهَا يَوْمَ لَا يَنْفَعُ لَهُ مَالٌ وَلاَ بَنُوْنٌ إِلَّا مَنْ أَتَى اللهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ.

وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا وَشَفِيْعَنَا وَقُدْوَتَنَا مُحَمَّدًا ﷺ عَبْدُ اللهِ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ. صَلِّ اللَّهُمَّ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَاعْفُ عَنَّا مَعَهُمْ بِعَفْوِكَ وَكَرَمِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. أما بعد

فَيَآأَيُّهَاالمُؤْمِنُوْنَ وَالمُؤْمِناَتِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. اتَّقُوْا الله َحَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِىْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Allahu akbar 3 X Walillahi al hamdu

jamaah Idul Fitri yang berbahagia...

Di pagi hari nan indah, dalam suasana ceria dan penuh makna di tengah nuansa kebahagiaan dan kegembiraan di hari kemenangan umat Islam, maka kita merayakan Hari Raya Idul Fitri. Hari ini kaum muslimin telah lulus melatih diri dalam madrasah kemanusiaan (madrasah insaniyah) selama sebulan Ramadhan dan menang hingga lulus melewati ujian “jihad akbar”, yaitu perang melawan hawa nafsu.

Maka Idul Fitri disebut sebagai hari kemenangan karena ia menandai keberhasilan seorang mukmin dalam menjalani proses spiritual selama Ramadhan.

Kemenangan ini bukan bersifat fisik atau materi, tetapi kemenangan moral dan ruhani: mampu menahan diri, meningkatkan ibadah, serta memperbaiki akhlak.

Orang yang berhasil menjaga puasanya dari hal-hal yang merusak nilai ibadahnya, itulah yang sejatinya meraih kemenangan. Maka Idul Fitri adalah momentum kembali kepada fitrah—kesucian jiwa dan kejernihan hati nurani.

Kita wajib merayakan kemenangan dan kembali makan di siang hari sebagainama fitrahnya, kaum muslimin disunnahkan (dianjurkan) dimanapun berada untuk mengagungkan nama Allah SWT, memperbanyak takbir, tahmid, tahlil dan tasbih atas hidayah Allah SWT yang diberikan kepada kita sebagai ungkapan rasa syukur kepada-Nya, sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah SWT dalam firman-Nya:

وَلِتُكْمِلُواْ الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُواْ اللّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: “Dan hendaklah kamu sempurnakan bilangannya dan hendaklah kemu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu supaya kamu bersyukur” (QS. Al Baqarah/2: 185)

Allahu akabar 3X Walillahi al hamdu

Kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah...

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |