REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Pemerintah Indonesia dan Belarus telah menyepakati penyusunan Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026-2030 dalam pertemuan Sidang Komisi Bersama (SKB) Ke-8 di Minsk, Belarus. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto dan Wakil Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich.
Roadmap ini diharapkan menjadi dokumen sistematis dan terukur untuk mengembangkan berbagai kerja sama, serta menjadi salah satu deliverables utama dalam kunjungan Presiden Republik Belarus ke Indonesia. Sidang Komisi Bersama ini berfungsi sebagai kerangka payung kerja sama bilateral, terutama di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik, yang bertujuan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan ekonomi kedua negara.
Menurut Airlangga, Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi. Implementasi Indonesia-EAEU FTA diharapkan dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas dan saling menguntungkan.
Peluang Kerja Sama dan Investasi
Belarus mengundang pemangku kepentingan dan pengusaha Indonesia untuk melihat kapabilitas industri pertanian, manufaktur, dan fasilitas industri lainnya. Kedua negara juga terus mendiskusikan peluang kerja sama industri dan teknologi, termasuk joint assembly machineries di Indonesia. Forum Bisnis Indonesia-Belarus direncanakan bersamaan dengan kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia.
Viktor Karankevich menambahkan bahwa pembentukan Dewan Bisnis Indonesia-Belarus akan membantu penguatan hubungan bisnis kedua negara, seiring dengan Indonesia-EAEU FTA yang telah ditandatangani dan segera menyelesaikan proses ratifikasi.
Dalam bidang perdagangan dan investasi, kedua negara mencatat peningkatan nilai perdagangan sekitar 72,6 persen secara tahunan menjadi sekitar 221 juta dolar AS. Pemerintah Indonesia melihat Belarus sebagai mitra strategis untuk diversifikasi pasar dan penguatan kerja sama industri, khususnya karena basis industri manufakturnya yang kuat di sektor alat berat, pertanian, dan kimia.
Peningkatan Ekspor dan Kerja Sama Lain
Indonesia juga mendorong kerja sama melalui skema joint venture, local assembly, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional, terutama pada sektor alat berat, kendaraan komersial, pupuk, dan mesin pertanian. Kedua negara membahas potensi kerja sama mekanisasi dan teknologi pertanian modern untuk mendukung produktivitas sektor pertanian.
Selain itu, Indonesia membuka peluang peningkatan ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, produk perikanan, dan produk manufaktur ke Belarus serta kawasan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU). Pembahasan juga mencakup penguatan kerja sama investasi, kesehatan, pendidikan, riset, budaya, olahraga, dan pariwisata.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
1 hour ago
2
















































