REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo terus melakukan inovasi untuk mengurangi penumpukan sampah di TPA Putri Cempo usai mendapat sanksi administrasi dari Menteri Lingkungan Hidup untuk menghentikan praktik open dumping. Pemkot Solo berkolaborasi dengan UNDP dan Clean Rivers meluncurkan program pembersihan sampah di Kali Premulung, Solo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Herwin Tri Nugroho mengatakan, dari program ini ditargetkan pengangkatan 1.000 ton sampah dari kali Premulung yang nantinya akan langsung diolah tanpa dibuang ke TPA Putri Cempo.
"Targetnya kita sampai menangani 1.000 ton di dua area (Laweyan dan Serengan). Karena fokusnya di sampah sungai, 1.000 ton dibagi ke dua titik baik di hulu maupun hilir," ujar Herwin ditemui di Kantor Kecamatan Laweyan, Jumat (10/7/2026).
Herwin menjelaskan, kerjasama ini menggunakan skema trash boom atau jaring penahan sampah. Sampah yang terjaring akan dikelola langsung oleh mitra lokal, sehingga diharapkan bisa mengurangi beban sampah ke TPA hingga 5 persen.
"Harapannya tidak dikirim ke TPA Putri Cempo. Ini tentu akan banyak mengurangi lagi karena sampah dari sungai ini akan langsung diolah oleh teman-teman mitranya UNDP," lanjutnya.
Menurut Herwin, sampah akan diukur melalui pemasangan trash boom di beberapa titik sungai. Dari data tersebut nantinya menjadi dasar penyusunan strategi edukasi sekaligus evaluasi efektivitas program.
"Nanti ada trash boom, kita bisa mengukur sebenarnya berapa sampah yang dihasilkan di atau yang dibuang ke sungai. Dari angka itu nanti akan bisa memberikan sosialisasi maupun edukasi yang lebih terukur, terarah dan terstruktur," katanya.
Terpisah, National Project Coordinator Sekretariat Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut (TKN PSL), Ahmad Bahri Rambe, mengatakan Program #SungaiLestari direncanakan berjalan hingga tahun 2027. Ia mengatakan Solo terpilih menjadi satu dari lima kota di Indonesia yakni Surabaya, Sidoarjo, Bali, dan Bekasi yang menjadi pilot project nasional.
"Kita harapkan lima lokasi ini, termasuk Surakarta, akan menjadi contoh untuk 514 kota lainnya di Indonesia. Program ini komprehensif, dari mencegah sampah darat ke sungai hingga penguatan ekonomi sirkular," ujar Bahri.
Program ini melibatkan mitra lokal seperti Pelopor dan Bintari, serta menggerakkan bank sampah dan komunitas sungai. Kerja sama ini ditargetkan rampung pada 2027 dengan output sungai yang indah dan sistem kelembagaan pengelolaan sampah yang kuat.
"Ini bukan hanya soal mengambil sampah, tapi membangun sistem. Kita ingin di 2027 nanti Kali Premulung benar-benar bersih dan sistemnya berkelanjutan secara mandiri oleh warga," katanya mengakhiri.
.png)
7 hours ago
5













































