FWD Insurance: Literasi Asuransi Syariah di Kalangan Muslim Terus Meningkat

9 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — FWD Insurance mengungkapkan literasi masyarakat tentang asuransi syariah di kalangan Muslim Indonesia terus mengalami peningkatan yang baik. Selain itu, mereka pun makin sadar terkait perencanaan pengeluaran lebih matang saat bulan puasa Ramadhan.

Direktur, Chief Technology & Operations Officer FWD Insurance Slamet Riyoso mengatakan, asuransi syariah dapat menjadi bagian dari perencanaan risiko bagi kalangan umat muslim di Indonesia dengan prinsip syariah dan transparansi. Selain itu, asuransi syariah memiliki solusi perlindungan secara adil dan berkelanjutan.

“Ramadhan sering menjadi waktu bagi keluarga untuk berhenti sejenak dan merefleksikan berbagai aspek kehidupan, termasuk kesiapan finansial," ucap dia, Jumat (13/3/2026).

Ia mengatakan, pihaknya memiliki layanan asuransi syariah dengan manfaat rawat inap di rumah sakit akibat penyakit atau cedera. Dengan  kontribusi mulai dari Rp 75 ribu per bulan dan dapat ditujukan untuk nasabah dengan usia sampai dengan 60 tahun.

Layanan ini memberikan pertanggungan untuk biaya kamar, dokter, obat-obatan, tindakan bedah, dengan manfaat hingga Rp 100 juta per tahun. Selain itu terdapat layanan manfaat tunai pendidikan yang diberikan secara sekaligus maupun berkala selama empat tahun ketika anak memasuki usia 18 tahun.

Layanan ini juga memberikan proteksi finansial berupa santunan meninggal dunia, manfaat cacat tetap total, atau penyakit kritis, serta pembebasan kontribusi lanjutan jika risiko tersebut terjadi pada orang tua.

Pada Ramadan 2026, pihaknya menghadirkan FWD Vodcast Ramadan bertema “Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya” yang berkolaborasi dengan Ahmad Risyad bersama ayahnya, dr. Muhammad bin Ali.

“Melalui pendekatan yang sederhana dan mudah dipahami, kami ingin membantu masyarakat melihat asuransi syariah sebagai bagian dari perencanaan hidup yang utuh," kata dia.

Ia menambahkan, survei Future Insights into Ramadan and Eid 2025 dari Jakpat menunjukkan bahwa 52 peesen responden Muslim menyiapkan anggaran yang lebih besar selama Ramadhan dibandingkan bulan biasa.

Mayoritas dana tersebut dialokasikan untuk zakat, infaq, dan sedekah (82 persen), kebutuhan makanan Ramadan dan Lebaran (75 persen), buka puasa bersama (66 persen), belanja (62 persen), serta mudik (37 persen) dan perjalanan atau liburan (31 persen).

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |