5 Centimeters Per Second Live Action. Karya animasi legendaris yang dikenal dengan visual melankolis dan narasi menyentuh, 5 Centimeters Per Second, kini hadir dalam format live action.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Karya animasi legendaris yang dikenal dengan visual melankolis dan narasi menyentuh, 5 Centimeters Per Second, kini hadir dalam format live action. Tidak butuh waktu lama bagi penonton di Indonesia bisa ikut merasakan debaran emosi Takaki dan Akari, karena film ini akan menyapa jaringan bioskop Indonesia mulai 30 Januari 2026.
Kehadiran versi nyata ini membawa ekspektasi besar, mengingat versi animasinya merupakan karya klasik drama romance yang turut mendefinisikan perjalanan karier seorang Makoto Shinkai sebagai maestro pencerita duka dan jarak. Dalam adaptasi teranyar ini, tongkat estafet peran utama diserahkan kepada Hokuto Matsumura yang memerankan Takaki, bersanding dengan Mitsuki Takahata sebagai Akari.
Di bawah arahan sutradara Yoshiyuki Okuyama dan penulis naskah Ayako Suzuki, film ini berusaha menghidupkan kembali kerinduan Takaki dan Akari melalui sudut pandang baru yang lebih segar namun tetap mempertahankan kehangatan aslinya. Jajaran pemeran pendukungnya pun tidak main-main, melibatkan deretan nama berbakat seperti Nara Mori, Yuzu Aoki, Mai Kiryu, hingga aktor kawakan Hidetaka Yoshioka dan Aoi Miyazaki, yang semakin memperkuat dimensi emosional dalam setiap babak ceritanya.
Menariknya, sang kreator asli, Makoto Shinkai, sempat membagikan pengalaman pribadinya saat pertama kali menyaksikan hasil adaptasi ini. Ia mengaku sempat merasakan kegelisahan yang jujur sebagai seorang kreator senior.
“Awalnya, menonton 5 Centimeters Per Second Live Action membuat saya merasa tidak nyaman, dengan cara yang sulit dijelaskan. Saya merasa seperti sedang menyerahkan tongkat estafet kepada kreator yang lebih muda, namun masih belum sempurna dan belum berkembang sepenuhnya. Tapi seketika saya mulai terhanyut oleh visualnya, dan pada akhirnya, yang mengejutkan saya, saya menangis. Saya ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk Okuyama dan seluruh kru,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Republika pada Senin (19/1/2026).
Sutradara Yoshiyuki Okuyama mengungkapkan dirinya telah menghabiskan waktu dua tahun terakhir dengan mencurahkan seluruh energinya untuk memastikan film ini memiliki jiwa. “Untuk pertama kalinya, saya benar-benar merasakan dari lubuk hati yang terdalam apa artinya 'menciptakan sesuatu dalam sebuah tim'. Kami semua mengerjakan film ini dengan sepenuh hati, dan menghargai setiap langkah dalam proses pembuatannya,” ujar Okuyama. Film ini telah melakukan world premiere di Busan International Film Festival (BIFF) 2025 dan tayang di Jepang pada Oktober lalu.
.png)
2 hours ago
1














































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5356582/original/040605300_1758465597-20250921AA_Futsal_Four_Nation_Indonesia_Vs_Latvia-12.JPG)
