Enam Pesawat TNI AU Terbangkan 81,3 Ton Bantuan ke NTT

6 hours ago 7

Warga melintas di depan gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- TNI Angkatan Udara (AU) secara kontinu menerbangkan bantuan dari Posko Bencana Alam Lanud Halim Perdanakusuma ke wilayah terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Guna mempercepat distribusi bantuan melalui jalur udara, TNI AU mengerahkan enam pesawat menuju Labuan Bajo dan Maumere, Senin (17/8/2026). Kekuatan tersebut terdiri atas dua C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737.

Kadispenau Marsma TNI I Nyoman Suadnyana menyebutkan pengerahan enam pesawat tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AU untuk mempercepat penanganan bencana sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Pengerahan pesawat TNI AU ini merupakan bentuk dukungan untuk mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak bencana,” ujar Nyoman dalam keterangannya pada Selasa (18/8/2026). 

C-130J Super Hercules menuju Labuan Bajo membawa bantuan seberat 13.500 kg, sedangkan C-130 Hercules pada rute yang sama mengangkut 13.504 kg. C-130J Super Hercules lainnya menuju Maumere membawa bantuan seberat 13.563 kg.

Airbus A400M turut diterbangkan menuju Labuan Bajo dengan membawa 20.779 kg bantuan. Dua Boeing 737 juga dikerahkan ke Maumere dengan masing-masing membawa bantuan seberat 10.000 kg.

Total bantuan yang diangkut enam pesawat TNI AU mencapai 81.346 kg atau sekitar 81,3 ton. Bantuan tersebut meliputi sembako, tenda, generator set, obat-obatan hingga perlengkapan SAR. 

"TNI AU terus mengoptimalkan dukungan udara untuk memastikan bantuan kemanusiaan segera tiba dan dapat dimanfaatkan masyarakat terdampak bencana di NTT," ujar Nyoman. 

Diketahui, bencana gempa memaksa lebih dari 5.000 jiwa di NTT mengungsi. Bencana ini turut menelan 47 korban jiwa dan memicu kerusakan bangunan yang sangat masif.

Dari pemutakhiran data per Ahad (16/8) pukul 00:00 WIB, konsentrasi pengungsi terbesar di NTT saat ini terpantau di Kabupaten Sikka dengan total 3.356 jiwa. Mereka tersebar di GOR Samador sebanyak 1.356 jiwa dan mandiri 2.000 jiwa di 10 titik pengungsian. Sedangkan di Kabupaten Manggarai, jumlah pengungsi mencapai  total 2.078 jiwa. Ratusan pengungsi lainnya juga dilaporkan bertahan di Nagekeo sebanyak 500 jiwa, dan dua wilayah di provinsi berbeda, yaitu Bima, hingga Kepulauan Selayar.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |