Dulu Bocor, Kini Diledakkan Iran, ini Profil Orang yang Berani Bongkar Rahasia Dapur Nuklir Dimona

6 hours ago 12

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Langit di atas Negev yang sunyi tiba-tiba berubah menjadi lautan api. Pada Ahad (22/3/2026) dini hari, rudal-rudal balasan Iran menerobos pertahanan langit Zionis dengan keganasan yang tak terbendung. Targetnya bukanlah sembarang titik: Arad dan Dimona. Dua nama yang kini menjadi simbol petaka bagi entitas yang menduduki tanah Palestina itu.

Dokumentasi kehancuran yang tersebar di berbagai platform memperlihatkan sebuah fakta telanjang: sistem pertahanan udara Israel yang selama ini digadang-gadang sebagai benteng baja, gagal meredam amukan proyektil Iran. Di Arad, sedikitnya 20 gedung, termasuk bangunan bertingkat lebih dari sepuluh lantai, rata dengan tanah. Rumah sakit setempat diterbitkan dalam status darurat. Anadolu Agency melaporkan ratusan warga Zionis dievakuasi, puluhan dalam kondisi kritis, dan enam dipastikan tewas.

Namun, guncangan terbesar justru berasal dari Dimona. Di sanalah Iran menanamkan misil berdaya ledak besar, tepat di kawasan yang selama puluhan tahun menjadi rahasia paling dijaga Israel: fasilitas nuklir Dimona.

Dimona: Simbol Kemunafikan Nuklir Global

Dimona bukan sekadar kota kecil di gurun selatan. Ia adalah jantung dari program nuklir Israel yang tak pernah diakui, namun juga tak pernah disangkal. Di balik pagar-pagar tinggi dan lapisan kerahasiaan negara, kawasan ini menjadi lokasi utama pengayaan uranium dan pengembangan senjata nuklir.

Israel, dengan nyaris tanpa cela dari komunitas internasional, terus menjalankan proyek ini sebagai sesuatu yang seolah-olah "dihalalkan", didukung, bahkan dilindungi oleh poros kekuatan Barat. Tak ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang secara efektif menghentikan langkah Tel Aviv. Tak ada sanksi setajam yang dijatuhkan kepada negara lain yang kedapatan mengembangkan ambisi serupa.

Sebaliknya, Iran, yang berkali-kali menyatakan bahwa teknologi nuklirnya semata-mata untuk energi dan kebutuhan hidup rakyat, justru terus dibelenggu oleh kutukan dan tekanan. Serangan udara AS dan Israel yang dilaporkan menghantam fasilitas pengayaan uranium di Natanz sehari sebelumnya menjadi dalih bagi serangan balasan Iran ke Dimona. Di mata Teheran, serangan ke Dimona adalah pembalasan yang setimpal atas apa yang mereka sebut sebagai agresi terhadap fasilitas mereka sendiri.

Di sinilah letak ketegangan yang tak terselesaikan: sebuah negara yang secara terbuka dituduh menyimpan senjata nuklir nyaris luput dari hukuman, sementara negara lain yang masih dalam tahap pengayaan untuk energi harus berhadapan dengan ancaman perang. "Halal untuk Zionis, haram untuk Iran," demikian narasi yang kini bergema di banyak kalangan.

Si Pahlawan Pembocor Rahasia Dimona

Namun, tidak selamanya rahasia Dimona terkubur rapi di bawah pasir Negev. Pada 1986, dunia dikejutkan oleh seorang teknisi nuklir Israel yang berani membuka kedok negaranya sendiri. Namanya Mordechai Vanunu.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |