Serangan Iran Sebabkan 4.564 Warga Israel Terluka

10 hours ago 1

Kerusakan akibat serangan balasan Iran ke Kota Dimona, lokasi fasilitas nuklir Israel, Sabtu (21/3/2026) malam

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Israel mengungkapkan, serangan Iran ke negara mereka telah menyebabkan 4.564 warganya mengalami luka-luka. Jumlah itu dihitung saat Iran memulai serangan balasan pasca-agresi Israel dan Amerika Serikat ke negara tersebut pada 28 Februari 2026. 

Dilaporkan Anadolu Agency, dalam keterangannya pada Ahad (22/3/2026), Kemenkes Israel mengungkapkan, dari 4.564 warganya yang mengalami luka-luka akibat serangan Iran, sebanyak 124 masih dirawat di rumah sakit dan 13 di antaranya dalam kondisi serius atau kritis. Sebanyak 303 warga terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit akibat serangan Iran dalam 24 jam terakhir. 

Pada Sabtu (21/3/2026), rentetan rudal Iran menghantam wilayah kota Arad dan Dimona. Serangan tersebut turut menimbulkan korban luka. Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir sempat mengunjungi lokasi terdampak serangan. 

Saat meninjau lokasi terimbas serangan Iran di Arad pada Sabtu malam, Ben-Gvir dikonfrontasi seorang warga perempuan Israel. Perempuan tersebut menuduh Ben-Gvir bertanggung jawab atas kematian dan kehancuran yang kini ditanggung Israel.

Dia pun meneriaki Ben-Gvir dengan kata-kata "Nazi Yahudi". "Anda hanya membawa kematian. Anda tidak ada urusan di sini. Tinggalkan kota saya," ujar perempuan tersebut. 

Aksi protes dan kecaman perempuan tersebut kepada Ben-Gvir telah viral di media sosial. Ben-Gvir dikenal sebagai figur ekstremis sayap kanan Israel. Dia kerap melontarkan pernyataan provokatif, terutama terkait Palestina. 

Menurut layanan darurat Israel, MDA, serangan udara Iran ke Kota Arad menyebabkan 118 warga terluka. Sementara serangan ke Dimona dilaporkan menyebabkan setidaknya 64 terluka. 

Pada 28 Februari 2026 lalu, AS dan Israel melancarkan agresi ke sejumlah wilayah Iran. Serangan mereka turut membunuh Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. 

Sejak saat itu hingga kini, Iran terus melancarkan serangan yang menargetkan fasilitas militer dan diplomatik AS di Timur Tengah (Timteng). Mereka pun meluncurkan serangan ke wilayah Israel.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |