REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (FIP UMJ) menjadi tuan rumah Program Bina Talenta Indonesia Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Program yang berlangsung sejak 8 hingga 14 Juli 2026 ini, diikuti oleh 20 siswa-siswi terbaik yang mewakili berbagai daerah di Indonesia.
Program Bina Talenta Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi global. Kegiatan ini merupakan upaya menyiapkan generasi unggul yang menguasai teknologi masa depan melalui pembelajaran Sains, Teknologi, Rekayasa, Seni, dan Matematika (STEAM), koding, kecerdasan artifisial (AI), serta penguatan karakter.
Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Rita Pranawati mengatakan pada tahun 2026 pemerintah memfokuskan pengembangan talenta peserta didik pada tiga bidang utama, yakni STEAM, koding, dan kecerdasan artifisial.
"Tiga bidang ini menjadi sangat penting karena ke depan akan menjadi kebutuhan yang luar biasa untuk memperkuat daya saing bangsa melalui keunggulan teknologi. Oleh karena itu, anak-anak perlu dibekali sejak dini agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Rita menjelaskan program ini tidak hanya melibatkan peserta didik, tetapi juga para pembimbing Bina Talenta. Dengan demikian, ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat disebarluaskan kepada siswa maupun guru di daerah asal masing-masing.
Rita menjelaskan UMJ terpilih sebagai tuan rumah karena telah terakreditasi unggul serta memiliki pengalaman panjang dalam dunia pendidikan. Selain itu, FIP UMJ mempunyai dosen, fasilitas, dan ruang pembelajaran yang menunjukkan penguatan pada bidang STEAM, koding, dan kecerdasan artifisial.
Salah satu peserta, Asmarani Putrikusetyaningrum dari SMA Negeri 3 Nabire, Papua Tengah, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, selain bertemu teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia, ia juga mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai kecerdasan artifisial.
"Saya belajar banyak hal baru tentang artificial intelligence yang nantinya akan sangat berguna, baik dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari. Saya berharap kegiatan ini dapat memotivasi siswa-siswi lain untuk terus belajar mengenai STEAM, koding, dan kecerdasan artifisial," ujarnya.
Dekan FIP UMJ, Imam Mujtaba menyambut baik penyelenggaraan program tersebut. Ia berharap kolaborasi antara Puspresnas dan FIP UMJ dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
"Mudah-mudahan ada pengalaman berkesan yang dibawa pulang oleh seluruh peserta. Karena pada prinsipnya, belajar tidak memiliki batas; hanya waktu yang dapat menghentikan proses belajar," kata dia.
Melalui penyelenggaraan Program Bina Talenta Indonesia Tahun 2026, FIP UMJ menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia, khususnya di bidang kecerdasan artifisial, koding, dan STEAM, sebagai bekal menghadapi transformasi digital dan tantangan masa depan.
.png)
1 week ago
23

















































