Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu (tengah) bersama Wakil Direktur Utama BTN Oni Febriarto Rahardjo (ketiga dari kanan), Direktur Network and Retail Funding BTN Rully Setiawan (paling kanan), Direktur Finance and Strategy BTN Nofry Rony Poetra (kedua dari kanan), Direktur Risk Management BTN Setiyo Wibowo (ketiga dari kiri), Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar (kedua dari kiri), serta SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi (paling kiri) saat konferensi pers Paparan Kinerja BTN Tahun 2025 di Ruang Postpaar, Menara 1 BTN, Jakarta, Senin (9/2/2026). BTN mencatatkan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun sepanjang 2025, tumbuh double digit 16,4 persen secara year-on-year (yoy), dengan total aset konsolidasian mencapai Rp527,8 triliun atau meningkat 12,4 persen yoy.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencetak laba bersih sebesar Rp 230 miliar pada Januari 2026, melonjak sekitar 578 persen (year on year/yoy) dibandingkan Rp 34 miliar pada Januari 2025 (bank only). Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu (25/2/2026), menyampaikan pihaknya optimistis akan mencetak kenaikan laba bersih hingga 22 persen pada akhir tahun ini.
Menurutnya, optimisme tersebut sejalan dengan kondisi neraca perusahaan yang semakin sehat berkat strategi beyond KPR, superapps, hingga transformasi di berbagai lini bisnis.
“Kami optimistis kinerja tahun ini akan lebih meningkat seiring transformasi dan inovasi yang dilakukan perseroan,” kata Nixon.
Lebih lanjut, peningkatan laba bersih perseroan pada Januari 2026 ditopang oleh pendapatan bunga yang tumbuh 17,08 persen yoy. Selain itu, beban bunga berhasil ditekan sehingga turun 14,53 persen yoy.
Dengan strategi tersebut, BTN mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar 79,46 persen yoy.
Dari sisi penghimpunan dana, per Januari 2026, dana pihak ketiga (DPK) BTN tumbuh sebesar 11,52 persen yoy menjadi Rp 362,77 triliun.
Sementara dari sisi intermediasi, penyaluran kredit meningkat sebesar 9,30 persen yoy menjadi Rp 341,45 triliun pada periode yang sama.
sumber : ANTARA
.png)
1 hour ago
1
















































