BI Aceh Himbau Masyarakat Belanja Bijak untuk Kendalikan Inflasi

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH, – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Aceh mengimbau masyarakat untuk menerapkan kebijakan belanja bijak meskipun menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diharapkan membantu mengendalikan inflasi di wilayah tersebut.

"Terkait konsep belanja bijak, ini akan terus kami sampaikan kepada masyarakat agar inflasi terkendali," ujar Agus Chusaini, Kepala KPwBI Aceh, dalam acara Bincang Bareng Media di Banda Aceh, Kamis.

Agus menjelaskan bahwa Aceh mengalami inflasi sebesar 6,69 persen pada Januari 2026 dibandingkan Januari 2025. Peningkatan inflasi ini dipicu oleh bencana banjir dan longsor yang terjadi pada November 2025, yang menyebabkan gangguan distribusi dan produksi barang, terutama di sektor pangan.

"Pengendalian inflasi tidak hanya dari sisi kebijakan, tetapi harus ada upaya bersama, termasuk perilaku konsumsi masyarakat yang lebih bijak," tambahnya.

Langkah Bijak untuk Kendalikan Inflasi

Agus menguraikan empat langkah utama dalam gerakan belanja bijak: pertama, bijak membeli dengan membeli sesuai kebutuhan untuk menghindari panic buying; kedua, bijak memilih dengan mengutamakan pangan lokal yang lebih awet dan stabil harganya; ketiga, bijak dalam konsumsi agar menghindari pemborosan pangan; dan keempat, bijak bertransaksi dengan menggunakan pembayaran non tunai melalui QRIS.

Menjelang Idul Fitri, di mana banyak masyarakat menerima THR, Agus berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam berbelanja agar inflasi tetap terkendali.

"Jangan sampai karena mendapat THR belanja menjadi berlebihan. Harapannya, dengan belanja bijak ini dapat menahan lonjakan permintaan, sehingga inflasi bisa lebih terkendali," tegasnya.

Pemulihan Ekonomi Aceh

Agus juga menuturkan bahwa kondisi ekonomi Aceh masih dalam tahap pemulihan pascabencana. Meski dampaknya masih terasa terutama di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, ia optimis ekonomi mulai membaik dengan adanya tanda-tanda pemulihan sejak Januari 2026.

"Kini mulai ada tanda-tanda kenaikan. Walaupun belum kembali seperti sebelum bencana, tren positif sudah terlihat," ujarnya, seraya berharap kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berlangsung lebih cepat.

"Jika masyarakat kembali bekerja, Insya Allah pertumbuhan ekonomi semakin baik," tutup Agus Chusaini.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |