REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Tujuh puluh lima calon jamaah haji asal Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat siap diberangkatkan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026. Mereka sudah melunasi pembayaran dan memenuhi istihaah atau sanggup melaksanakan ibadah haji.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) KBB Enjah Sugiarto mengatakan, tahun ini Bandung Barat hanya mendapat kuota haji sebanyak 168 orang dengan rincian 105 sesuai urut porsi dan 63 orang lansia. Dari jumlah tersebut, baru sekitar 53 persen calon jamaah haji yang sudah melunasi pembayaran hingga 9 Januari 2026 sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
"Total yang melunasi dari KBB itu 93 plus kuota cadangan itu. Kalau yang sudah fiks berangkat 75 orang, 74 itu kuota non cadangan dan 1 pembimbing KBIHU. Untuk kuota cadangan kepastian berangkatnya nanti setelah rilis resmi," ungkap Enjah saat dihubungi, Jumat (16/1/2026).
Dengan jumlah tersebut, artinya masih ada separuh calon jamaah haji yang belum melunasi pembayaran. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 mencapai Rp91.774.481. Rinciannya, nilai manfaat sebesar Rp33.215.559 dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) yang dibayar jamaah haji sebesar Rp58.559.022.
Kantor Wilayah Kemenhaj KBB sudah melakukan klarifikasi penyebab hampir separuh calon jamaah haji asal KBB yang dijadwalkan berangkat tahun ini namun belum melunasi pembayaran. Di antaranya karena menunda keberangkatan, prioritas lansia ada yang sudah meninggal atau sakit, jamaah yang sudah memenuhi istithaah terkendala biaya dalam melunasi dan jamaah yang siap melunasi ada beberapa yang terkendala istithaah kesehatan tidak terpenuhi.
"Untuk yang menunda keberangkatan itu ada yang alasan ekonomi, menunggu mahram yang masih belum memenuhi syarat penggabungan, ada keperluan lain (menikahkan anak, wisuda) beserta sakit permanen namun pelimpahan porsinya belum dilakukan," terang Enjah.
Pihaknya, kata dia, sedang mengajukan perpanjangan waktu pelunasan ke Kemenhaj melalui Kantor Kemenhaj Provinsi Jawa Barat. Harapannya, masih ada tambahan calon jamaah haji asal Bandung Barat yang diberangkatkan tahun ini ke Tanah Suci sesuai jadwal.
Namun jika nantinya sisa calon jamaah haji tetap tidak melunasi, maka sisa kuota dari Bandung Barat itu akan diserahkan untuk kota kabupaten lain di Jawa Barat. "Sisa jamaah dari urut porsi dan prioritas lansia Bandung Barat yang tidak melunasi nantinya akan diganti oleh jamaah cadangan yang sudah melunasi sesuai dengan nomor urut cadangan Jawa Barat," ujar Enjah.
Jumlah calon jamaah haji yang diberangkatkan tahun 2026 itu turun drastis dibandingkan dengan yang diberangkatkan tahun 2025 yang mencapai 1.225 orang. Enjah mengatakan, awalnya yang dijadwalkan berangkat untuk menunaikan ibadah haji tahun ini sebanyak 1.066 orang. Namun karena adanya kebijakan baru, akhirnya yang masuk jadwal berangkat hanya 168 calon jamaah haji.
"Harusnya itu 1.066 calon jamaah haji yang berangkat dan sudah kami hubungi karena kan sejak Agustus mulai verifikasi dokumen, supaya jamaah siap-siap. Tapi tapi kan kebijakan sekarang berdasarkan urut provinsi, KBB hanya 168 dengan lansia," kata Enjah.
Selain pelunasan, Kemenhaj KBB juga tengah mematangkan persiapan keberangkatan ibadah haji tahun 2026. Seperti menyelesaikan perekaman Bio Visa dan sistem Machine Readable Travel Document (MRTD) paspor jamaah sebagai persyaratan pengajuan visa.
"Melaksanakan penyusunan manifest untuk diajukan ke Kanwil Kemenhaj Jawa Barat dan berkoordinasi dengan Pemkab Bandung Barat untuk persiapan pemberangkatan dan pemulangan jamaah haji Tahun 1447 H," ujar Enjah mengakhiri
.png)
2 hours ago
1












































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5356582/original/040605300_1758465597-20250921AA_Futsal_Four_Nation_Indonesia_Vs_Latvia-12.JPG)
