Arsenal Si Raja Corner, Tekuk Chelsea 2-1 dan Jauhkan Jarak Poin dari Man City

3 hours ago 2

Momen pemain Arsenal Jurrien Timber (kedua kanan) menjebol gawang Chelsea dalam pertandingan Liga Primer Inggris di Stadion Emirates, London, Senin (2/3/2026) dini hari WIB. Arsenal mengalahkan Chelsea 2-1.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Arsenal menjaga bara perburuan gelar Liga Primer tetap menyala. The Gunners menundukkan rival sekota, Chelsea, dengan skor 2-1 dalam laga menegangkan di London Utara yang berakhir Senin (2/3/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini membuat pasukan Mikel Arteta kukuh di puncak klasemen dengan 64 poin dari 29 laga, unggul lima angka atas Manchester City yang masih menyimpan satu pertandingan lebih banyak.

Laga memang jauh dari kata indah. Tempo naik-turun, tensi tinggi, dan detik-detik akhir bikin jantung berdebar. Namun bagi Arsenal, estetika bukan prioritas. Tiga poin jadi target utama demi memburu gelar liga pertama sejak 2004.

Arsenal membuka keunggulan pada menit ke-21 lewat skema bola mati andalan mereka. Sepak pojok Bukayo Saka disambut duel udara di kotak penalti sebelum William Saliba mencatatkan namanya di papan skor.

Namun, menjelang turun minum, Chelsea membalas juga lewat situasi sepak pojok. David Raya sempat melakukan penyelamatan refleks dari sundulan Jorrel Hato. Namun dari corner berikutnya, bola mengenai Piero Hincapie dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Skor 1-1 membuat publik Stadion Emirates terdiam.

Babak kedua derbi London Utara ini berjalan dengan tensi lebih panas. Chelsea tampil lebih berani. Enzo Fernandez memaksa Raya bekerja keras lewat sepakan rendahnya, sementara Joao Pedro juga mengancam lewat sundulan.

Skema yang rapi dan eksekusi yang presisi jadi jawaban Arsenal pada menit ke-66. Sepak pojok Declan Rice mengarah ke jantung pertahanan Chelsea. Robert Sanchez tampak ragu mengambil keputusan, dan Jurrien Timber tanpa ampun menanduk bola masuk. Gol itu menjadi yang ke-16 bagi Arsenal dari situasi sepak pojok musim ini, menegaskan status mereka sebagai “raja corner”.

Chelsea makin tertekan setelah Pedro Neto menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Meski bermain dengan 10 orang, The Blues tetap melawan. Alejandro Garnacho hampir mencuri momen, sebelum Liam Delap sempat membobol gawang—yang kemudian dianulir karena offside. Hingga peluit panjang berbunyi, Arsenal bertahan mati-matian.

Rekor tak terkalahkan Arsenal atas Chelsea di liga kini melebar menjadi sembilan laga. Dengan sembilan pertandingan tersisa, Arsenal terus berupaya sekuat tenaga menghapus mimpi buruk tiga musim terakhir selalu kalah dalam perburuan gelar juara dengan menduduki peringkat kedua.

sumber : Reuters

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |