REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menjelang periode mudik Lebaran 2026, pemerintah pusat dan daerah mulai bergerak serentak mempercepat kesiapan infrastruktur transportasi. Fokus utama terletak pada penciptaan kondisi jalan yang mantap, aman, dan nyaman guna mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat di berbagai titik strategis Indonesia.
Di Pulau Jawa, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menggenjot proyek preservasi pada ruas Jalan Nasional Pemalang-Pekalongan. Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa jalur ini merupakan urat nadi koridor Pantura dengan volume kendaraan yang sangat tinggi.
Progres fisik di lapangan menunjukkan hasil positif, yakni mencapai 78,89%, jauh melampaui target awal sebesar 37,66%. Pekerjaan ini mencakup dua metode utama:
Tanpa pembongkaran: Penambahan lapisan aspal (AC-BC) dan beton mutu tinggi setebal 31 cm.
Rekonstruksi total: Pembongkaran perkerasan lama yang diganti dengan agregat Kelas A dan beton struktural untuk daya tahan jangka panjang.
Bergerak ke wilayah timur, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menginstruksikan percepatan survei kondisi jalan arteri sepanjang 500 kilometer. Jalur yang membentang dari Ampenan (Mataram) hingga Sape (Bima) ini merupakan tulang punggung arus mudik di wilayah NTB.
Langkah antisipasi ini diambil untuk mendeteksi kerusakan jalan akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi belakangan ini. Gubernur Iqbal menekankan pentingnya identifikasi lubang sejak dini untuk mencegah kemacetan dan kecelakaan. Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, yang meminta seluruh pemangku kepentingan mengedepankan mitigasi bencana sebagai bagian dari kelancaran arus mudik.
Skenario Penguraian Kepadatan di Maluku
Tidak hanya pada infrastruktur darat, kesiapan di sektor penyeberangan juga menjadi prioritas, khususnya di Maluku. BPTD Kelas II Maluku memprediksi adanya kenaikan jumlah penumpang sebesar 4% dibandingkan tahun 2025.
Kepala BPTD Maluku, Hasan Bisri, mengungkapkan bahwa sejumlah skenario rekayasa telah disiapkan, antara lain:
Manajemen Arus: Pengaturan lalu lintas keluar-masuk pelabuhan dan percepatan proses bongkar muat kapal.
Penambahan Kapasitas: Penambahan frekuensi perjalanan (trip) serta penambahan armada kapal pada kondisi sangat padat.
sumber : Antara
.png)
3 days ago
14
















































