Sejumlah umat Islam berdoa saat menghadiri muhasabah, zikir, dan doa, akhir tahun di Monas, Jakarta, Senin (30/12/2024). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar malam muhasabah berupa zikir dan doa akhir tahun 2024 untuk mengevaluasi tindakan selama tahun 2024 serta untuk meminta keberkahan dan kebaikan di tahun 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –Tipu daya setan tidak selalu tampak dalam bentuk ajakan maksiat yang terang-terangan.
Para ulama mengingatkan, godaan paling berbahaya justru muncul dalam bentuk angan-angan dan harapan palsu yang menjauhkan manusia dari taubat dan ketaatan kepada Allah SWT.
Syekh Muhammad Nawawi bin Umar al-Banteni dalam kitab Nashaihul Ibad mengutip pernyataan Yahya bin Mu’adz ar-Razi yang dijuluki sebagai lautan kebenaran, pembimbing ulama, dan penjelajah jalan menuju Tuhan.
Yahya bin Mu’adz ar-Razi berkata, "Tipu daya (setan) yang paling besar menurutku adalah sebagai berikut. Terus menerus berbuat dosa dengan harapan mendapat ampunan tanpa disertai penyesalan. Mengaku dekat kepada Allah tanpa disertai perbuatan taat. Mengharapkan merasakan kesenangan surga dengan menyebarkan benih neraka. Menginginkan rumah orang yang taat dengan melakukan perbuatan maksiat. Mengharapkan pahala tanpa beramal. Berangan-angan kepada Allah disertai perbuatan melampaui batas." (Syekh Nawawi al-Banteni, Nashaihul Ibad)
Yahya bin Mu'adz ra. berpendapat, bahwa tipu daya setan yang paling besar itu ada enam perkara. Di antaranya adalah sebagai berikut.
Pertama, selalu melakukan perbuatan dosa dengan harapan mendapat ampunan dari Allah tanpa disertai rasa penyesalan.
Kedua, merasa dekat kepada Allah tanpa disertai melakukan ketaatan (taat terhadap perintah Allah SWT dan menjauhi larangan Allah SWT).
Ketiga, mengharapkan kesenangan surga dengan menyebarkan benih neraka. (Ingin masuk surga tapi berbuat maksiat dan dosa yang mengantarkannya ke neraka).
Keempat, mencari tempat orang yang taat dengan melakukan berbagai kemaksiatan, yakni ingin masuk surga tanpa berbuat yang dapat membawanya ke surga. Sebaliknya melakukan perbuatan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT. Dalam hal ini, ia tidak mungkin mampu mendapatkan surga, karena imbalan yang diperoleh seseorang itu berdasarkan amal perbuatannya.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اِصْلَوْهَا فَاصْبِرُوْٓا اَوْ لَا تَصْبِرُوْاۚ سَوَاۤءٌ عَلَيْكُمْۗ اِنَّمَا تُجْزَوْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
Masuklah ke dalamnya (dan rasakan panas apinya)! Baik kamu bersabar atau tidak, sama saja (tidak ada manfaatnya) bagimu. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan. (QS At-Tur Ayat 16)
.png)
2 hours ago
1














































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5356582/original/040605300_1758465597-20250921AA_Futsal_Four_Nation_Indonesia_Vs_Latvia-12.JPG)
