47 RT dan 23 Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir

2 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di ibu kota masih terendam banjir hingga Ahad (18/1/2026) sore. Penyebabnya adalah curah hujan tinggi.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan, Ahad, menyebutkan hingga pukul 15.00 WIB sebanyak 21 RT di Jakarta Barat terendam banjir dengan ketinggian air 10-50 sentimeter (cm). Lalu 13 RT di Jakarta Pusat (30 cm), tiga RT di Jakarta Timur (10-90 cm) dan lima RT di Jakarta Utara (20-45 cm).

Sementara untuk jalan, tercatat dua jalan masih terendam banjir dengan ketinggian air 15-30 cm di Jakarta Pusat, 14 jalan di Jakarta Utara (10-100 cm) dan tujuh ruas jalan di Jakarta Barat (10-50 cm).

Ketinggian air tertinggi di Jakarta Barat, yakni mencapai 20-50 cm di delapan RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke, 30 cm di empat RT di Kelurahan Kamal, 30-40 cm di lima RT di Kelurahan Tegal Alur. Kemudian, di Jakarta Pusat mencapai 30 cm di 13 RT di Kelurahan Serdang, di Jakarta Timur mencapai 25 cm di satu RT di Kelurahan Cakung Barat dan 50-90 cm di dua RT di Kelurahan Rawa Terate.

Sementara, Jakarta Utara mencapai 20-30 cm di dua RT di Kelurahan Pademangan Barat, 25 cm di satu RT di Kelurahan Tanjung Priok dan 40-45 cm di dua RT di Kelurahan Kapuk Muara. Untuk ruas jalan, di antaranya delapan ruas jalan di Jakarta Utara setinggi 30-100 cm, yakni Jalan Muara Baru (Depan Apartemen Pluit Se View), Jalan Kalibaru Barat II, Jalan Babek TNI, Depan Pintu Masuk Pelabuhan Nizam Zachman, Jalan Gunung Sahari (Depan Lantamal).

Sementara di Jakarta Pusat setinggi 30 cm yakni, Jalan Ruko Cempaka Mas, sedangkan Jakarta Barat setinggi 30-50 cm di Jalan Benda Raya, Jalan Outer Ringroud, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Taman Sari Raya.

Akibat banjir itu, kata Yohan, sejumlah warga Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi. Seperti di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Alur Anggrek yaitu sebanyak 8 KK atau 14 jiwa dan Mesjid Istiqomah sebanyak 4 KK atau 10 jiwa.

Kemudian untuk wilayah yang mulai surut di Jakarta Barat ada tiga RT di Kelurahan Duri Kepa, satu RT di Kelurahan Jembatan Lima, satu RT di Kelurahan Rawa Buaya, dua RT di Kelurahan Pegadungan. Di Jakarta Utara ada satu RT di Kelurahan Kapuk Muara, satu RT di Kelurahan Ancol, sedangkan di Jakarta Timur ada empat RT di Kelurahan Kampung Melayu.

Selanjutnya untuk Jalan yang sudah surut, ada empat di Jakarta Pusat yaitu, Jalan Industri VI, Jalan Cempaka Putih Barat 26, Underpass Senen dan Jalan Letjen Suprapto. Kemudian di Jakarta Barat juga ada empat yakni Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Perumahan Green Garden, Jalan Kokosan, dan Jalan Pangeran Tubagus Angke.

Di Jakarta Utara ada enam Jalan yang mulai surut yaitu Jalan Gaya Motor Raya, Jalan Agung Raya, Jalan Jembatan Tiga Raya, Jalan Pluit Selatan Raya (Depan Kantor Kecamatan Penjaringan), Jalan Pluit Raya (Depan Hotel JP) dan Jalan Tanah Merah.

Yohan pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan. "Jika situasi darurat, warga bisa segera menghubungi layanan Jakarta Siaga 112 yang beroperasi selama 24 jam gratis," katanya.

BPBD DKI pun telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengkoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan. "Selain itu juga memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Banjir ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," kata Yohan.

sumber : Antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |