Ilustrasi hamba berdoa.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Banyak orang mengira memiliki kekayaan dunia merupakan tanda kasih sayang Tuhan.
Padahal, Rasulullah SAW menegaskan bahwa Allah SWT memberikan kekayaan dunia kepada hamba yang dicintai-Nya dan yang dibenci-Nya, sementara iman hanya dianugerahkan kepada hamba yang benar-benar dicintai-Nya.
Sayyidina Ali bin Abu Thalib RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إنَّ أشدَّ ما أخافُ عليكم خصلتانِ اتباعُ الهوى وطولُ الأملِ فأما اتباعُ الهوى فإنَّهُ يصدُّ عن الحقِّ وأما طولُ الأملِ فإنَّهُ الحبُّ للدنيا ثم قال : ألا إنَّ اللهَ تعالَى يُعطي الدنيا من يحبُّ ويبغضُ وإذا أحبَّ عبدًا أعطاه الإيمانَ ألا إنَّ للدينِ أبناءً وللدنيا أبناءً فكونوا من أبناءِ الدِّينِ ولا تكونوا من أبناءِ الدنيا ألا إنَّ الدنيا قد ارتحلتْ مُولِّيةً ألا إنَّ الآخرةَ قد ارتحلت مُقبلةً ألا وإنَّكم في يومِ عملٍ ليس فيه حسابٌ ألا وإنكم تُوشكونَ في يومِ حسابٍ ليس فيه عملٌ.
"Sesungguhnya perkara yang paling aku khawatirkan atas kalian ada dua, yaitu mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Adapun mengikuti hawa nafsu, maka hal itu menghalangi dari kebenaran. Sedangkan panjang angan-angan menumbuhkan kecintaan kepada dunia.”
Kemudian Rasulullah SAW bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya Allah SWT memberikan dunia kepada orang yang dicintai-Nya maupun kepada orang yang dibenci-Nya. Namun apabila Dia mencintai seorang hamba, Dia akan menganugerahinya iman."
"Ketahuilah, sesungguhnya agama memiliki anak-anak (para pengikut) dan dunia pun memiliki anak-anak (para pengikut). Maka jadilah kalian termasuk anak (pengikut) agama dan janganlah menjadi anak (pengikut) dunia."
.png)
3 hours ago
4















































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5356582/original/040605300_1758465597-20250921AA_Futsal_Four_Nation_Indonesia_Vs_Latvia-12.JPG)