HLIOS rumuskan solusi hukum adaptif hadapi tantangan kesehatan global.
REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG, – Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang mengadakan The 4th Health Law International Online Seminar (HLIOS) 2026 untuk merumuskan solusi hukum adaptif dalam menghadapi tantangan kesehatan global. Acara ini diadakan secara daring dan dihadiri oleh pakar dari berbagai negara.
Dr. Endang Wahyati Yustina, Sekretaris Program Studi Magister Hukum Kesehatan di Unika Soegijapranata, menyatakan bahwa perkembangan pesat dalam ilmu kedokteran, teknologi kesehatan, dan digitalisasi layanan kesehatan telah mengubah sistem pelayanan kesehatan global secara signifikan. Namun, perubahan tersebut juga menimbulkan persoalan hukum yang kompleks seperti regulasi, tata kelola, dan perlindungan hak pasien.
Endang menyoroti program telemedicine dan perawatan paliatif sebagai contoh pelayanan kesehatan baru di Indonesia. Menurutnya, HLIOS 2026 menyediakan ruang dialog akademik yang membahas tantangan ini secara komprehensif dan lintas negara, terutama dalam konteks pandemi, penuaan populasi, perubahan iklim, serta perkembangan teknologi kesehatan.
Tema yang diangkat dalam HLIOS 2026 adalah "Emerging Global Challenges in Health and Medical Law: Regulation, Governance, and Dispute Settlement". Dr. Susy Ariyanie Yusuf, Ketua Panitia HLIOS 2026, menjelaskan bahwa seminar ini bertujuan untuk bertukar gagasan dan merumuskan solusi hukum adaptif terhadap tantangan kesehatan global.
Para narasumber yang hadir secara daring antara lain Kumaralingam Amirthalingam dari National University of Singapore, Muhammad Nasser dari Unika Soegijapranata, Chung-Shan Hung dari Hungkuang University Taiwan, Nor Azizan Zakaria dari Universiti Kebangsaan Malaysia, dan Dave E. Marcial dari Silliman University Filipina.
Selain sesi pleno, HLIOS 2026 juga membuka call for papers bagi akademisi, peneliti, dan mahasiswa untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka. Topik yang dibahas mencakup berbagai klaster seperti tata kelola hukum kesehatan, hak pasien dan bioetika, serta teknologi kesehatan digital.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
4 hours ago
2
















































