REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pemuda akan menggelar Research Showcase & Discussion pada Sabtu, 22 Agustus 2026, membahas strategi membangun consumer trust melalui komunikasi digital dalam ekosistem social commerce.
Mengangkat tema “Rekonstruksi Model Komunikasi Borderless dan Dramaturgi Digital: Retorika Visual Membangun Consumer Trust pada Social Commerce Indonesia”, kegiatan ini berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB di Ruang Serbaguna UBSI Kampus Pemuda, Jalan Kayu Jati V No. 2, Rawamangun, Jakarta Timur.
Kegiatan yang merupakan bagian dari penelitian hibah BIMA Tahun 2026 ini menjadi ruang untuk memaparkan hasil riset sekaligus memperoleh masukan dari akademisi, praktisi dan pelaku social commerce.
Fokus pembahasan diarahkan pada bagaimana komunikasi dalam aktivitas live shopping dapat memengaruhi ketertarikan, interaksi hingga keputusan pembelian konsumen.
Kepala Kampus UBSI Kampus Pemuda, Setiaji, mengatakan perubahan perilaku konsumen di era digital membuat kepercayaan menjadi bagian penting dalam komunikasi antara penjual dan konsumen.
“Di era social commerce, konsumen tak hanya melihat produk yang ditawarkan, juga bagaimana penjual berkomunikasi, membangun kedekatan dan menunjukkan kredibilitas. Karena itu, kajian mengenai consumer trust sangat relevan dengan perkembangan perilaku masyarakat saat ini,” ujar Setiaji dalam keterangan Jumat (21/8/2026).
Penelitian yang menjadi dasar kegiatan dilakukan tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI, yakni Iin Soraya, Widarti dan Dina Andriana. Penelitian ini mengkaji perubahan pola komunikasi penjual dan konsumen melalui platform social commerce dan fitur live streaming.
Dalam aktivitas live shopping, komunikasi tidak lagi sekadar menyampaikan informasi produk.
Penggunaan visual, bahasa yang akrab, ekspresi emosional, cerita personal dan interaksi langsung dengan audiens menjadi elemen yang dapat membangun pengalaman lebih personal sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.
Tim peneliti mengembangkan model komunikasi yang mengintegrasikan retorika visual, dramaturgi digital, interaktivitas platform dan partisipasi audiens dalam kaitannya dengan pembentukan kredibilitas, kedekatan emosional dan consumer trust.
Untuk memperkaya perspektif, kegiatan menghadirkan Prof Dr Ilham Prisgunanto, Guru Besar dan pakar Ilmu Komunikasi di STIK Lemdiklat Polri, serta Christopher, Key Account Manager Online-to-Offline (O2O) Samsung Indonesia.
Diskusi juga melibatkan host live, content creator, brand owner hingga konsumen untuk menggali pengalaman nyata dalam aktivitas live shopping.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, terus mendorong penelitian yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat. Research Showcase & Discussion menjadi ruang untuk mempertemukan perspektif akademik, praktisi dan konsumen dalam membaca perubahan komunikasi digital.
Setiaji berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemaparan hasil penelitian, tetapi menghasilkan masukan yang dapat memperkuat model komunikasi yang dikembangkan.
“Kami ingin forum ini menjadi ruang bertemunya gagasan akademik dengan pengalaman nyata di lapangan. Masukan dari berbagai pihak akan menjadi bagian penting untuk menyempurnakan model komunikasi dan melihat penerapannya dalam perkembangan social commerce di Indonesia,” ungkapnya.
.png)
7 hours ago
5















































