Keluarga Minta Indonesia Pulangkan Karim Miqdad

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Pihak keluarga warga Palestina Abdul Karim Raed Miqdad (AKRM) menyatakan Indonesia harus bertanggung jawab atas keputusan menuruti permintaan entitas zionis dengan mendeportasi yang bersangkutan ke Siprus. Keluarga AKRM menegaskan, keputusan pendeportasian itu sebagai bentuk ingkar Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia yang mendukung Palestina.

Keluarga AKRM meminta Indonesia menebus sikap yang inkonsistensi tersebut dengan memulangkan kembali AKRM ke Jakarta. Hal tersebut disampaikan keluarga AKRM melalui surat terbuka kepada Pemerintah Indonesia melalui Republika, pada Jumat (21/8/2026).

Dalam surat tersebut, keluarga AKRM berharap Indonesia yang semestinya menjadi negara utama yang diharapkan dapat mempersatukan perjuangan bersama untuk kemerdekaan seluruh rakyat Palestina dari penjajahan zionis Israel. Sebagai negara Islam terbesar di dunia, keluarga AKRM pun berharap Indonesia sebagai kelompok masyarakat yang bisa melindungi keluarganya sesama muslim dari Palestina.

Namun harapan itu pupus. Karena menurut keluarga AKRM, Indonesia malah membiarkan AKRM yang selama ini dikenal sebagai aktivis dan pegiat dakwah asal Palestina, dan sudah lama berlindung di negara saudara, malah dideportasi ke Siprus. Keluarga AKRM meyakini pendeportasian tersebut atas permintaan zionis Israel. Berikut surat terbuka keluarga AKRM kepada Pemerintah Indonesia yang disampaikan juga kepada Republika.

“Bismillahirrahmanirrahim

Atas nama saya, dan atas nama saudara-saudara dan keluarga saya, dan atas nama rakyat Gaza, rakyat yang tertindas dan menderita. dan atas nama jiwa-jiwa suci para syuhada kita, dan atas nama rakyat Indonesia yang merdeka, dan atas nama seluruh rakyat merdeka di dunia ini, dan kita semua bersatu sebagai satu kesatuan.

Kami menuntut agar pemerintah Indonesia - sebagai pemerintah negara Islam - memperbaiki pelanggarannya terhadap firman Allah Yang Maha Kuasa:  Innamal mu’minuna ihwa (sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara). Karena seorang saudara tidak akan menyerahkan saudaranya ke pangkalan yang dikendalikan oleh Mossad, musuh bangsa kita.

Kami juga menuntut agar pemerintah menebus pelanggarannya terhadap sabda Nabi Muhammad SAW: Al-muslimu akhul muslim, lā yazlimuhu wa lā yakhdzuluhu wa lā yahqiruhu (Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Ia tidak menzaliminya, tidak membiarkannya dalam kesusahan, dan tidak merendahkannya). 

Pemerintah Indonesia, yang memerintah 280 juta umat Muslim, tidak hanya gagal mendukung seorang Muslim Palestina, tetapi juga gagal melindung dirinya, anak-anaknya, istrinya, ibunya, dan seluruh rakyatnya.

Berdasarkan ketidakadilan dan pengkhianatan ini, kami menuntut agar pemerintah Indonesia menebus tindakannya dengan mengembalikan ayah saya tercinta, Abdulkarim Miqdad, kepada kami anak-anaknya, melalui intervensi langsung dan tekanan yang tegas dan serius kepada pemerintah Siprus untuk mengamankan pembebasannya.

Jika pemerintah tidak melakukan itu, sejarah akan mencatat bahwa negara Islam terbesar menyerahkan seorang Muslim Palestina yang baik dan berbudi luhur kepada basis yang diperintah oleh entitas kriminal yang telah melakukan kejahatan paling keji dalam sejarah.”

Pemerintah pernah jelaskan

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |