Trump Nominasikan Calon Anti-Islam dan Pro-Israel Sebagai Dubes AS di Saudi

5 hours ago 5

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam keterangan pers di Gedung Putih, Senin (31/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden AS Donald Trump telah menominasikan Wesley Hunt, seorang anggota Partai Republik yang anti-Islam dan pro-Israel, sebagai duta besar AS untuk Arab Saudi berikutnya.

Penunjukan yang diumumkan pada Senin ini terjadi di tengah situasi yang tegang bagi hubungan AS dengan negara-negara Teluk—beberapa bulan setelah AS dan Israel melancarkan perang melawan Iran.

Hunt, sekutu setia Trump, pernah bertugas di militer AS di Irak dengan terbang dalam 55 misi tempur sebagai pilot helikopter Apache di Baghdad pada 2006. Sebelumnya ia juga menjalani dua masa penugasan di Arab Saudi sebagai perwira penghubung diplomatik.

Hunt telah berulang kali menggunakan pengalamannya selama berada di Arab Saudi sebagai dasar untuk melontarkan kecaman terhadap umat Muslim dan agama Islam.

"Saya pernah tinggal di Arab Saudi selama dua tahun. Saya pernah ditugaskan di Irak. Saya telah melihat secara langsung bagaimana rasanya hidup di negara-negara yang diatur oleh sistem seperti hukum Syariah," ujarnya pada bulan November lalu dilansir MEE, Rabu (16/9/2026). 

Pada bulan Januari, ia menegaskan kembali pernyataannya, dengan mengatakan bahwa orang-orang yang menganggap peringatannya tentang Islam sebagai upaya menyebar ketakutan belum pernah hidup di bawah sistem tersebut.

"Saya telah melihat wujud sistem itu dalam kehidupan nyata, bukan di tayangan berita televisi kabel. Eksekusi pemenggalan kepala di depan umum terjadi di sana belum lama ini. Perempuan bahkan tidak diperbolehkan mengemudi saat saya bertugas di sana," ujarnya.

Saat tampil dalam acara 'Stakelbeck Tonight' pada Januari 2026, Hunt mengatakan bahwa rakyat Amerika harus "sangat khawatir" karena mandat yang diberikan kepada Islam pada dasarnya adalah pergi ke negara-negara lain dan menyusup masuk.

Ia menambahkan bahwa umat Muslim akan membangun populasi yang besar dan pada akhirnya mengambil alih negara-negara tersebut.

Majalah The New Yorker, dalam liputannya mengenai pemilihan umum di Texas, menyebutkan bahwa Hunt dan para pesaingnya dari Partai Republik telah menargetkan umat Muslim dalam retorika mereka. Sementara kolumnis Houston Chronicle, Chris Tomlinson, menuduh Hunt dan politisi Republik Texas lainnya mengobarkan ketakutan terhadap Islam.

Edward Ahmed Mitchell dari Council on American-Islamic Relations Action (CAIR) mengatakan bahwa para kandidat tersebut bersaing untuk menunjukkan siapa yang paling anti-Muslim" dan berupaya membangkitkan ketakutan lebih besar terhadap umat Islam di Texas demi meraih suara.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |