China Rancang Tank Nuklir 60 Ton, Railgun Jangkau 450 Km

10 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING — Para peneliti militer China mengembangkan konsep tank tempur generasi masa depan berbobot sekitar 60 ton yang dirancang memadukan reaktor nuklir modular berukuran kecil dengan railgun elektromagnetik berenergi 50 megajoule (MJ). Senjata tersebut secara teoritis dapat melontarkan proyektil hingga sekitar 3,5 kilometer per detik dan menjangkau sasaran sejauh 450 kilometer.

Konsep itu masih berada pada tahap penelitian jangka panjang dan belum menjadi tank operasional ataupun program produksi yang telah diumumkan militer China. Versi dengan penggerak nuklir bahkan ditempatkan pada tahap akhir peta jalan pengembangan, yakni setelah 2045, sebagaimana diberitakan Interesting Engineering pada Selasa, 15 September 2026.

Studi yang menjadi dasar konsep tersebut diterbitkan dalam jurnal ilmiah China yang ditelaah sejawat, Acta Armamentarii, pada Juni 2026. Penelitian dilakukan oleh tim dari Inner Mongolia First Machinery Group, bagian dari industri pertahanan China yang terkait erat dengan pengembangan kendaraan lapis baja, bersama para peneliti dari Beijing Institute of Technology. South China Morning Post (SCMP) melaporkan penelitian itu mendapat pendanaan dari National Key Laboratory of Special Vehicle Design and Manufacturing Integration Technology.

Interesting Engineering menyebut rancangan tahap paling maju itu menggabungkan kendaraan lapis baja kelas 60 ton, reaktor modular kecil kelas 10 megawatt, dan railgun 50 MJ. Railgun diperkirakan dapat mempercepat proyektil hingga sekitar 3,5 kilometer per detik sehingga menghasilkan jangkauan teoritis sekitar 280 mil atau 450 kilometer.

Angka 450 kilometer tersebut penting dibaca sebagai jangkauan yang diproyeksikan secara teoritis, bukan kemampuan yang sudah dibuktikan dalam uji tembak tank. Para penelitinya sendiri menyatakan masih dibutuhkan simulasi multifisika tambahan dan pengujian pada tingkat kendaraan sebelum sistem tersebut dapat bergerak menuju penerapan praktis.

India Today menggambarkan skala ambisi konsep itu dengan kalimat yang cukup lugas.

“Tank bertenaga reaktor nuklir yang mampu menembak sasaran sejauh 450 km mungkin terdengar seperti fiksi ilmiah.”

Demikian ditulis India Today pada Selasa, 15 September 2026. Media itu menekankan bahwa para peneliti China tidak merencanakan lompatan langsung ke tank nuklir, melainkan menyusun pengembangannya dalam tiga tahap hingga selepas 2045.

Tiga Tahap Menuju Tank Nuklir

Tahap pertama justru masih menggunakan sumber tenaga konvensional. Sebelum 2035, para peneliti mengusulkan tank kelas 60 ton dengan generator diesel berkekuatan 1.500 tenaga kuda. Kendaraan itu akan menggunakan meriam elektromagnetik 10 MJ yang diproyeksikan memiliki jangkauan sekitar 150 kilometer.

Sistem tersebut akan dibantu superkapasitor dan flywheel atau roda gila sebagai penyimpanan energi untuk memenuhi kebutuhan daya dalam waktu singkat. Kendaraan tahap pertama juga dirancang membawa sistem lapis baja elektromagnetik aktif berenergi 2 MJ.

Tahap kedua dijadwalkan mencakup periode 2035 hingga 2045. Energi railgun dinaikkan menjadi 20 MJ dengan jangkauan teoritis sekitar 300 kilometer. India Today melaporkan konsep pada fase ini juga mencakup generator diesel 2.000 tenaga kuda dan sekitar lima ton sistem penyimpanan energi canggih.

Baterai solid-state, sistem penyimpanan superkonduktor, serta mikrogrid cerdas dipertimbangkan untuk mengatur distribusi listrik di seluruh kendaraan. Energi lapis baja elektromagnetiknya juga ditingkatkan dari 2 MJ menjadi sekitar 10 MJ.

Barulah setelah 2045 para peneliti membayangkan mengganti generator diesel dengan reaktor nuklir modular kompak dan menaikkan energi railgun menjadi 50 MJ.

Reporter Astana, yang merujuk laporan SCMP, merangkum persenjataan versi akhir tersebut:

“Senjata utamanya direncanakan berupa railgun 50 MJ yang mampu menghantam target hingga 450 kilometer.”

Pernyataan itu dimuat Reporter Astana pada Selasa, 15 September 2026. Media tersebut juga menegaskan kendaraan pada konfigurasi paling maju dirancang menggunakan reaktor modular kecil kelas 10 MW.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |