Hippindo meminta pemerintah memberikan dukungan ekstra di tengah tantangan krisis global.
![]()
Tertekan Krisis, Sektor Ritel dan Pusat Perbelanjaan Minta Stimulus. Foto: iNews Media Group.
IDXChannel - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) meminta pemerintah memberikan dukungan ekstra di tengah tantangan krisis global. Sektor ritel dinilai memerlukan stimulus nyata agar kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap terjaga, terutama di pusat ekonomi seperti Jakarta.
Ketua Umum Hippindo, Budihardjo Iduansjah, menyoroti Jakarta memegang peranan krusial dengan menyumbang sekitar 40 persen dari total omzet ritel nasional. Sehingga, sinergi dengan Kementerian Perdagangan sangat vital demi memastikan iklim investasi di sektor ini tetap kondusif dan rantai pasok dalam negeri semakin kuat.
"Sektor konsumsi menjadi tulang punggung dan kami mohon dukungan Kemendag, apalagi 40 persen omzet ritel nasional berada di Jakarta. Kita ingin ritel terus berkembang melalui penguatan produksi dalam negeri agar kebutuhan barang, termasuk bagi teman-teman F&B, dapat terpenuhi tanpa perlu bergantung pada impor," ujar Budihardjo di momen hari jadi ke-10 Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) di gedung Kemendag, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Untuk memperkuat fundamental industri, Hippindo juga telah bergerak aktif menjalin kolaborasi dengan Lembaga Kebijakan-kebijakan politik di Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Langkah ini diwujudkan melalui inisiatif business matching yang bertujuan mendorong produsen mancanegara untuk membangun fasilitas produksi atau pabrik di wilayah Indonesia.
Selain fokus pada pasar domestik, para peritel kini melirik potensi besar dari sektor pariwisata sebagai lumbung devisa yang efektif di masa krisis. Budihardjo menekankan pentingnya mengintegrasikan gerakan "Belanja di Indonesia Aja" (BINA) dengan program "Bangga Berwisata di Indonesia" (BBWI) milik Kementerian Pariwisata untuk menarik minat belanja wisatawan mancanegara maupun lokal.
.png)
1 hour ago
1















































