Presiden AS, Donald Trump mengkritik dua raksasa migas, ExxonMobil dan Chevron, karena dinilai meraup keuntungan terlalu besar dari tingginya harga BBM.
![]()
Presiden AS, Donald Trump mengkritik ExxonMobil dan Chevron, karena dinilai meraup keuntungan terlalu besar dari tingginya harga BBM. (Foto: AP)
IDXChannel - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik dua raksasa migas, ExxonMobil dan Chevron, karena dinilai meraup keuntungan terlalu besar di tengah tingginya harga bahan bakar minyak (BBM). Trump mendesak kedua perusahaan untuk segera menurunkan harga BBM demi meringankan beban masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump beberapa hari setelah ExxonMobil dan Chevron melaporkan lonjakan laba pada kuartal II-2026 yang ditopang tingginya harga minyak akibat konflik Iran.
"Saya tidak menyukainya. Chevron, terlalu banyak uang. ExxonMobil juga, terlalu banyak. Mereka seharusnya mengembalikan sebagian keuntungan itu kepada masyarakat," ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (4/8/2026).
Trump juga menyoroti CEO Chevron Mike Wirth yang dinilai tidak mengakui peran pemerintahannya dalam mendukung industri migas AS. Melalui akun Truth Social, Trump mengatakan tanpa kebijakan pemerintahannya, industri minyak AS tidak akan berada pada posisi saat ini. Dia juga menyinggung kembalinya Chevron beroperasi di Venezuela setelah sebelumnya sempat menghadapi pembatasan.
Sejauh ini, ExxonMobil dan Chevron belum memberikan tanggapan atas kritik tersebut. Sementara itu, American Petroleum Institute (API), organisasi yang mewakili perusahaan-perusahaan minyak AS, menilai kenaikan harga BBM lebih dipengaruhi kondisi pasar global dibandingkan kebijakan satu perusahaan.
.png)
21 hours ago
7















































