Teknologi Pengolahan Sampah Plastik Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular di Tingkat Masyarakat

5 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengelolaan sampah plastik tidak cukup hanya mengandalkan pemilahan dan pengumpulan melalui bank sampah. Pemanfaatan teknologi tepat guna dinilai menjadi salah satu solusi untuk mengurangi timbunan limbah sekaligus menciptakan produk bernilai ekonomi yang dapat dikelola masyarakat secara berkelanjutan.

Upaya tersebut dilakukan Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mercu Buana melalui penerapan mesin pencacah plastik untuk memproduksi paving blok tembus air di Kelurahan Meruya Utara, Jakarta Barat. Program yang didukung Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu juga disertai pelatihan digitalisasi pencatatan keuangan bagi kader PKK dan pelaku UMKM.

Ketua tim pelaksana, Fitri Indriawati, mengatakan program tersebut dirancang tidak hanya untuk mengurangi timbunan sampah plastik, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat mengelola usaha berbasis ekonomi sirkular secara mandiri.

Melalui pemanfaatan mesin pencacah plastik, limbah rumah tangga diolah menjadi bahan baku tambahan untuk pembuatan paving blok tembus air. Produk tersebut memiliki pori-pori yang memungkinkan air hujan meresap ke dalam tanah sehingga dapat meningkatkan daya resap lingkungan sekaligus mengurangi limpasan air permukaan.

Selain pengolahan sampah, peserta juga memperoleh pelatihan pencatatan keuangan berbasis digital menggunakan Microsoft Excel. Materi yang diberikan meliputi pencatatan penerimaan dan pengeluaran kas, perhitungan biaya produksi, penyusunan laporan laba rugi, neraca, hingga laporan arus kas.

Digitalisasi pencatatan keuangan tersebut diharapkan membantu kader PKK dan pelaku UMKM mengelola usaha secara lebih tertib, transparan, dan akuntabel sehingga kegiatan pengolahan sampah dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan.

Lurah Meruya Utara Agustiawan mengatakan persoalan sampah menjadi tantangan yang terus dihadapi kawasan perkotaan, termasuk Jakarta. Karena itu, inovasi yang dapat diterapkan langsung di tingkat masyarakat dinilai penting untuk memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

"Pengolahan sampah saat ini menjadi hal yang krusial di setiap wilayah, khususnya Jakarta. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena memberikan pengetahuan, keterampilan, dan teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna," ujarnya.

Universitas Mercu Buana menyatakan pendampingan akan terus dilakukan agar masyarakat mampu mengoperasikan mesin pencacah plastik, memproduksi paving blok tembus air, serta menerapkan sistem pencatatan keuangan digital secara mandiri.

Program tersebut diharapkan mampu mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pengurangan sampah plastik, peningkatan partisipasi masyarakat, sekaligus membuka peluang usaha berbasis pengelolaan limbah yang memiliki nilai tambah bagi lingkungan dan perekonomian warga.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |