Supertanker Iran Kembali Tembus Blokade AS, Terdeteksi di Selat Lombok

4 hours ago 5

Supertanker DERYA milik Iran yang berhasil menembus blokade AS dan memasuki wilayah Indonesia, Senin (4/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebuah perusahaan pemantau pelayaran minyak melaporkan pada Senin kapal Pengangkut Minyak Mentah Sangat Besar (VLCC) Iran yang kedua berhasil menghindari blokade Angkatan Laut AS di Selat Hormuz. Seperti kapal sebelumnya, kapal itu sedang mengarungi perairan Indonesia menuju Kepulauan Riau.

Dalam sebuah postingan di X, TankerTrackers.com mengatakan bahwa supertanker DERYA saat ini melintasi Selat Lombok di Indonesia setelah upaya mengirimkan 1,88 juta barel minyak mentah Iran ke India pada pertengahan April gagal.

"Kami kemudian melihatnya melanjutkan perjalanan ke selatan setelah itu, pada saat kapal lainnya di daerah tersebut diarahkan kembali ke Iran oleh Angkatan Laut AS. Kapal itu saat ini sedang dalam perjalanan ke titik pertemuannya di kepulauan Riau," tambah TankerTrackers.

Postingan tersebut muncul sehari setelah TankerTrackers.com mengatakan supertanker Iran HUGE yang membawa 1,9 juta barel minyak berhasil menghindari Angkatan Laut AS dan berada di Selat Lombok menuju Riau.

Perusahaan pelacak juga mengatakan sekitar 25 kapal tanker telah meninggalkan Iran dengan membawa minyak mentah pada bulan April. Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya dialihkan kembali ke pelabuhan Iran oleh Angkatan Laut AS, sementara dua lainnya disita oleh pasukan AS.

Sisanya telah mencapai tujuan atau titik pertemuan yang dituju.

Laporan tersebut muncul setelah media pemerintah Iran mengklaim pada tanggal 29 April bahwa setidaknya 52 kapal Iran telah mematahkan blokade AS. Sementara itu, militer AS mengatakan pihaknya telah memaksa sekitar 41 kapal yang terkait dengan Iran untuk berbalik arah sejak blokade dimulai. 

Para pejabat AS mengatakan blokade tersebut berhasil dan telah merugikan pendapatan Iran sebesar miliaran dolar. AS mengatakan Iran tidak dapat mengekspor minyak dan terpaksa menyimpan minyak sampai kapasitasnya habis dan produksi terhenti.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan bahwa presiden AS Donald Trump telah secara terbuka menggambarkan penangkapan kapal-kapal Iran secara tidak sah sebagai “pembajakan” dan dengan berani menyombongkan diri bahwa “kami bertindak seperti bajak laut”. 

Diposting di X, Baghaei menyatakan bahwa ini bukan kesalahan verbal, melainkan sebuah “pengakuan langsung dan memberatkan atas sifat kriminal dari tindakan mereka terhadap navigasi maritim internasional”. 

Dia meminta masyarakat internasional, negara-negara anggota PBB dan Sekretaris Jenderal PBB “menolak dengan tegas normalisasi pelanggaran hukum internasional yang begitu mencolok.”

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |