Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/8/2025) malam WIB.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden RI memutuskan untuk mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pengumuman itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Ruang Sidang Kabinet Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026) malam WIB, terkait pergantian tiga pimpinan BGN.
Dalam catatan Republika, Dadan Hindayana sempat menjalankan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi. Ketika berada di Jeddah, Arab Saudi pada akhir pekan lalu, ia mengunjungi sekolah untuk anak pekerja migran. Dadan mengusulkan agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa dijalankan untuk pertama kalinya di luar negeri di Sekolah Indonesia Jeddah.
Kini, Dadan sudah tiba di Tanah Air. Dia turut mendampingi Presiden RI mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kawasan Palmerah dan pelaksanaan MBG di SMPN 111 Jakarta pada Selasa pagi WIB. RI 1 secara mendadak mengunjungi dua lokasi yang menjalankan program MBG tersebut.
Prasetyo menjelaskan, Presiden RI memutuskan untuk melakukan pergantian kepala dan dua wakil kepala BGN. Mereka yang dicopot adalah Dadan Hindayana sebagai kepala BGN serta Letjen (Purn) Lodewijk Pusung dan Irjen (Purn) Sony Sandjaya selaku Wakil Kepala BGN. Dia pun mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi kepada ketiga petinggi BGN tersebut.
Sebagai gantinya, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang pun dipromosikan sebagai Kepala BGN. "Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan untuk mengangkat Saudari Nanik S. Dayang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional yang baru," kata Prasetyo dalam konferensi pers didampingi Sekretaris Kabinet dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari.
Kemudian, kata Prasetyo, Presiden Prabowo mengumumkan Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono sebagai Wakil BGN baru. Agustina saat ini merupakan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Mayjen Trenggono yang merupakan perwira tinggi TNI AD alumnus Akmil 1993.
Terkait kapan ketiga pejabat itu mulai bertugas di BGN, Prasetyo menjawab singkat. "Yang pasti dengan diumumkan penetapan pejabat yang baru sudah bisa menjalankan fungsi dan tanggung jawab sebagaimana mestinya," katanya tanpa menjelaskan kapan pelantikan ketiga dilakukan oleh Presiden RI.
.png)
3 hours ago
1

















































