Rugi Besar jadi Alasan AS Minta Gencatan Senjata?

9 hours ago 4

Foto kehancuran Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS, akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Permintaan gencatan senjata dengan Iran dilaporkan mulai didesak pihak Amerika Serikat. Langkah ini di tengah kerugian besar yang diderita militer AS sejak melancarkan serangan bersama Israel ke Iran.

Patut dicatat, AS dan Israel membayangkan serangan ke Iran akan berlangsung lekas dalam hitungan hari hingga tiga pekan. Namun sampai memasuki bulan kedua, Iran belum menyerah sementara perang terus menggerogoti pundi-pundi Amerika.

Lebih dari satu bulan sejak dimulainya operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran, gambaran umum konflik yang menelan biaya besar mulai terlihat. Perang ini tidak hanya berlangsung di medan tempur, tetapi juga merambah aspek ekonomi global serta kesiapan militer Amerika Serikat sendiri.

Sejumlah laporan media Amerika dan Prancis, yang diperkuat analisis lembaga riset, menunjukkan meningkatnya kerugian yang harus ditanggung Washington. Selain biaya operasi yang mencapai puluhan miliar dolar dalam hitungan pekan, kerugian material berupa pesawat dan peralatan militer juga terus terungkap.

Majalah Prancis L'Express melaporkan hancurnya pesawat pengintai canggih AWACS milik Amerika dalam serangan Iran yang menargetkan Pangkalan Pangeran Sultan di Arab Saudi pada akhir Maret. Nilai pesawat tersebut diperkirakan mendekati 500 juta dolar AS, menjadikannya salah satu kerugian paling signifikan secara simbolik dan material.

Kerugian ini bukan insiden tunggal. Laporan analisis yang diterbitkan The Atlantic mengungkap bahwa Angkatan Udara AS kehilangan sejumlah pesawat penting dalam beberapa hari belakangan, termasuk jet tempur dan pesawat pendukung logistik.

Amerika Serikat dilaporkan kehilangan empat jet tempur F-15E Strike Eagle, tiga di antaranya akibat insiden tembakan kawan sendiri pada awal konflik, sementara satu lainnya ditembak jatuh oleh Iran. Nilai setiap pesawat diperkirakan sekitar 90 juta dolar AS.

Selain itu, sedikitnya empat pesawat pengisian bahan bakar KC-135 juga tak bisa beroperasi. Salah satunya jatuh akibat tabrakan di udara yang menewaskan seluruh awak, sementara lainnya rusak akibat serangan rudal Iran. Setiap unit pesawat ini bernilai sekitar 80 juta dolar AS.

Pesawat peringatan dini E-3 Sentry yang juga hancur dalam serangan tersebut diperkirakan membutuhkan biaya hingga 1 miliar dolar AS untuk penggantiannya, atau setara dengan biaya operasi militer selama satu hari.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |