BPOM setujui nutri-level kontrol konsumsi GGL berlebih cegah penyakit.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mendukung upaya pengendalian penyakit tidak menular (PTM) dengan menandatangani Rancangan Revisi Peraturan BPOM mengenai Informasi Nilai Gizi pada Label Pangan Olahan, Senin (tanggal tidak disebutkan). Inisiatif ini bertujuan membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak (GGL) melalui pelabelan Nutri-Level.
Menurut Kepala BPOM, Taruna Ikrar, Nutri-Level akan diterapkan sebagai sistem pelabelan gizi di Indonesia untuk membantu masyarakat membuat pilihan produk pangan lebih sehat. Rancangan revisi peraturan ini menambahkan ketentuan pencantuman Nutri-Level pada bagian depan kemasan, yang menunjukkan level pangan olahan berdasarkan kandungan GGL dengan indikator huruf A hingga D.
Indikator A yang berwarna hijau tua menandakan kandungan GGL sangat rendah, B berwarna hijau muda berarti rendah, C berwarna kuning mengindikasikan konsumsi dengan bijak, dan D berwarna merah menunjukkan dianjurkan untuk dibatasi sesuai kebutuhan atau kondisi kesehatan.
Taruna menegaskan bahwa pencantuman Nutri-Level bukanlah larangan untuk mengonsumsi produk tertentu, melainkan panduan bagi masyarakat untuk memilih produk yang lebih sehat. Bagi pelaku usaha, kebijakan ini diharapkan menjadi peluang bisnis untuk mempromosikan tren konsumsi pangan olahan yang lebih sehat.
Implementasi dan Tahapan Kebijakan
Penyusunan revisi peraturan ini telah melalui tahapan konsultasi publik dengan berbagai pemangku kepentingan. Tahap selanjutnya adalah pengharmonisasian, yang bertujuan menyelaraskan substansi rancangan dengan peraturan lain. Penerapan Nutri-Level akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari produk minuman, dan akan bersifat sukarela sebelum menjadi wajib, memberikan waktu bagi pelaku usaha untuk beradaptasi.
BPOM berkomitmen untuk terus mendengarkan masukan dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan ini, memastikan implementasinya proporsional dan bermanfaat bagi semua pihak. BPOM juga mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha sebagai mitra strategis dalam menciptakan lingkungan pangan yang lebih sehat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara
.png)
2 hours ago
1

















































