PLN Perbarui Sistem Kendali Listrik Jawa, Madura, dan Bali

4 days ago 24

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Modernisasi sistem kendali menjadi kebutuhan seiring meningkatnya kompleksitas operasi sistem kelistrikan dan bertambahnya pembangkit energi baru terbarukan (EBT) di jaringan nasional. Pembaruan teknologi dinilai penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung transformasi sektor ketenagalistrikan.

PT PLN (Persero) Unit Induk Pengatur Beban Jawa, Madura, Bali (UIP2B Jamali) memodernisasi sistem Supervisory Control and Data Acquisition-Energy Management System (SCADA-EMS) sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan. Pembaruan dilakukan karena sistem yang digunakan sejak 2005 telah memasuki masa end of life sehingga tidak lagi memperoleh dukungan perangkat keras maupun perangkat lunak.

General Manager PLN UIP2B Jamali Munawwar Furqan mengatakan, kebutuhan sistem kelistrikan terus berkembang seiring pertumbuhan beban listrik, digitalisasi operasi, dan meningkatnya integrasi pembangkit EBT.

“Kebutuhan sistem kelistrikan saat ini semakin kompleks. Kami harus mampu mengakomodasi pertumbuhan beban, digitalisasi operasi, hingga integrasi pembangkit energi baru terbarukan (EBT). Karena itu, modernisasi menjadi langkah yang sangat penting,” ujar Munawwar dalam siaran pers, Jumat (17/7/2026).

Salah satu perubahan pada sistem baru adalah penerapan kendali terpusat (centralized) melalui Main Control Center (MCC) di Gandul, Depok, dengan Disaster Recovery Center (DRC) di Ungaran sebagai pusat cadangan. Skema tersebut diharapkan meningkatkan integrasi dan keandalan pengoperasian sistem kelistrikan di Jawa, Madura, dan Bali.

PLN juga melengkapi SCADA-EMS generasi terbaru dengan fitur automatic dispatch system, digital twin, predictive forecasting tools berbasis prakiraan cuaca, serta penguatan sistem keamanan siber. Teknologi tersebut digunakan untuk mempercepat deteksi potensi gangguan sekaligus mendukung pengelolaan pembangkit EBT yang semakin besar.

Migrasi dari sistem lama ke sistem baru telah dilakukan pada 3 Juni 2026 dan saat ini memasuki tahap operasi paralel. Implementasi penuh ditargetkan selesai pada akhir 2026 dengan berbagai langkah mitigasi agar tidak mengganggu kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan.

Selain memperbarui teknologi, PLN meningkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan, sertifikasi, serta kerja sama dengan berbagai lembaga internasional. Perusahaan juga melakukan benchmarking dengan operator sistem tenaga listrik di Amerika Serikat, Denmark, Australia, dan Jerman untuk mengadopsi praktik terbaik dalam pengelolaan sistem kelistrikan modern.

Ke depan, PLN akan memanfaatkan teknologi machine learning, big data, dan predictive analytics untuk mendukung perencanaan operasi, analisis beban, serta evaluasi gangguan secara lebih cepat dan akurat.

Munawwar mengatakan, modernisasi tersebut menjadi fondasi dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik bagi sekitar 160 juta masyarakat di wilayah Jawa, Madura, dan Bali.

“PLN berkomitmen terus meningkatkan keandalan sistem kelistrikan melalui transformasi teknologi. Masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaatnya melalui pasokan listrik yang semakin stabil dengan gangguan yang semakin minim. Transformasi ini merupakan investasi jangka panjang untuk mendukung masa depan energi Indonesia yang lebih bersih, andal, dan berkelanjutan,” katanya.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |