Persis: Gugurnya TNI Oleh Israel di Lebanon Jadi Momentum Kaji Ulang Posisi RI di BOP

5 hours ago 2

Ibunda almarhum Praka Farizal Rhomadhon, Supinah saat dijumpai di rumah duka.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Israel membunuh sejumlah personel TNI di Lebanon yang menjadi bagian dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) untuk menjaga perdamaian.

Peristiwa tersebut, menurut Ketua Bidang Garapan (Bidgar) Hubungan Luar Negeri Pimpinan Pusat Persis, Ustadz Arip Rahman menjadi momen bagi pemerintah Indonesia untuk belajar dan menegaskan posisinya di Dewan Perdamaian (Board of Peace/ BoP).

Ustadz Arip mengatakan, berkenaan keikutsertaan Indonesia dalam BoP, sudah banyak suara-suara yang meminta Indonesia keluar dari BoP.

"Diharapkan ini kesempatan bagi Indonesia untuk membuktikan khususnya kepada Donald Trump dan pendukung Trump, jadi kalaupun Indonesia akan berlanjut di BoP itu jangan sampai Indonesia tidak bisa berperan," kata Ustaz Arip kepada Republika, Selasa (31/3/2026)

Dia menegaskan, jangan sampai nanti Indonesia kirim pasukan perdamaian ke Rafah tapi keselamatannya tidak terjamin. Apa yang terjadi di Lebanon yakni wafatnya personel TNI, jangan sampai terjadi ketika nanti TNI dikirim ke Rafah, Palestina.

Maka, peristiwa yang menimpa TNI di Lebanon menjadi pelajaran bagi pemerintah Indonesia untuk memikirkan ulang rencana mengirim pasukan ke Palestina.

"Saya kira ini (dibunuhnya TNI di Lebanon oleh Israel) pelajaran yang sangat besar sekali untuk memikirkan kembali pengiriman pasukan TNI ke Palestina," ujar Ustadz Arip.

Ustadz Arip mengungkapkan, Insya Allah, Presiden Prabowo Subianto sangat bijak sekali. Pasti Presiden Prabowo akan mendengarkan suara-suara dari masyarakat khususnya dari ormas-ormas Islam.

Dia menegaskan lagi, jangan sampai yang menimpa TNI di Lebanon, juga menimpa TNI saat dikirim ke Palestina. Jadi apa yang terjadi di Lebanon menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Perlindungan terhadap TNI di Lebanon dan nanti jika dikirim ke Palestina harus dipastikan benar-benar terjaga.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |