Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf buka suara terkait adanya penangkapan tiga warga negara Indonesia (WNI) di Makkah, Arab Saudi.
REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH — Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta dua maskapai yang melayani penerbangan yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines tepat waktu dalam penerbangan. Ia berharap tidak ada penundaan (delay) dalam proses penerbangan kepulangan jamaah haji ke Indonesia.
"Saya berpesan juga kepada dua perusahaan penerbangan baik Saudia yang di sana maupun yang di sini ini Garuda untuk menjaga on time performance tidak ada keterlambatan keterlambatan yang tidak perlu. Apalagi harus delay berganti hari, seperti yang pernah terjadi beberapa waktu sebelumnya," kata pria yang kerap disapa Gus Irfan ini di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Ahad (31/5/2026) malam.
Adapun terkait pelayanan selama masa haji, Gus Irfan menyampaikan terima kasih kepada jemaah sudah tertib. Selain itu, terima kasih juga disampaikan Menhaj kepada petugas haji, hingga seluruh stakeholder terkait, termasuk sektor penerbangan.
Malam itu, Gus Irfan juga hadir langsung melepas kepulangan perdana jamaah ke Tanah Air. Dalam kesempatan itu, Gus Irfan menerima aspirasi dari jamaah yang merasa gembira dengan pelayanan saat berhaji.
"Alhamdulillah mereka sangat senang bergembira dengan pelayanan kami, kami ditugaskan oleh presiden untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah dan kita bisa sekuat tenaga mewujudkan perintah itu dan alhamdulillah juga jamaah bisa merasakan upaya upaya kita," ucapnya.
"Itu semua merupakan hasil kerja keras kita, tim Kemenhaj beserta jajaran di bawahnya semua petugas haji di seluruh daerah ditambah berbagai kementerian lembaga yang membantu kami semua kita bekerja keras bersama-sama,"kata dia.
sumber : Antara
.png)
1 day ago
20

















































