Perempuan Pelaku Usaha Didorong Kuasai Teknologi Digital

8 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA – BRI Research Institute bersama Digital Access Programme Kedutaan Besar Inggris di Jakarta meluncurkan program Digital Empowerment for Women and Youth (DEWY) 3.0 di Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Program ini menyasar penguatan kapasitas usaha dan pemanfaatan teknologi digital bagi perempuan pelaku usaha mikro dan ultra mikro.

Peluncuran DEWY 3.0 menjadi kelanjutan program pemberdayaan digital yang sebelumnya telah dijalankan di sejumlah daerah. Pada fase sebelumnya di Jawa Barat dan Lampung, program ini menjangkau 500 perempuan pelaku usaha mikro, membentuk 100 mentor terlatih, serta menghadirkan tujuh Digital Corner untuk mendukung peningkatan penjualan dan pemanfaatan teknologi digital.

Manager Technical Assistance BRI Research Institute, Atif Solihin Andrian, mengatakan, program pemberdayaan juga diperluas melalui replikasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, mencakup Desa Lantan, Desa Loyok, Desa Sembalun, dan Desa Senaru.

Kegiatan tersebut berfokus pada penguatan kapasitas pelaku usaha, peningkatan peran mentor lokal, serta pengembangan platform pembelajaran digital.

“Melalui berbagai inisiatif tersebut, perempuan pelaku usaha didorong untuk meningkatkan literasi digital, memanfaatkan platform marketplace, serta mengadopsi solusi keuangan digital guna mendukung pertumbuhan usaha mereka,” kata Atif, Senin (4/5/2026).

Pada tahap terbaru, DEWY 3.0 dilaksanakan di wilayah Batur, Banjarnegara, dan Purbalingga dengan melibatkan 150 perempuan pelaku usaha mikro sebagai peserta awal. Program ini tidak hanya menghadirkan pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan berbasis komunitas melalui pengembangan mentor lokal. Sebanyak 30 peserta terpilih akan mengikuti pelatihan lanjutan untuk dipersiapkan sebagai agen perubahan di komunitasnya.

Kegiatan pembukaan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, akademisi, komunitas, serta pelaku usaha perempuan. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi dan transformasi digital.

Atif mengatakan, program menghadirkan berbagai sesi pelatihan yang menitikberatkan pada pengembangan produk, peningkatan kualitas produksi, inovasi usaha, serta pemanfaatan teknologi digital dalam operasional bisnis. Peserta juga memperoleh pembekalan terkait pencatatan keuangan digital, sistem point of sales, serta optimalisasi platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana pemasaran.

Selain pelatihan bisnis, peserta mengikuti sesi peningkatan kesadaran mengenai pencegahan eksploitasi, kekerasan, dan pelecehan seksual atau sexual exploitation, abuse and harassment (SEAH). Sesi ini bertujuan meningkatkan pemahaman perlindungan perempuan dalam aktivitas sosial maupun ekonomi.

Seluruh peserta juga menjalani pemetaan usaha melalui platform digital untuk melakukan self-assessment tingkat kesiapan digital usaha. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar penentuan peserta yang mengikuti tahap pelatihan intensif.

Program ini juga mendorong pengembangan Digital Corner sebagai ruang kolaborasi komunitas yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran dan implementasi keterampilan digital di tingkat lokal. Melalui DEWY 3.0, perempuan pelaku usaha mikro diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, serta beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |