Pemprov Sumut Targetkan 20 Puskesmas Jadi Rawat Inap Tahun Ini

2 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN, – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara menargetkan peningkatan fasilitas dan layanan terhadap 20 Puskesmas menjadi Puskesmas rawat inap pada tahun ini. Langkah ini diambil untuk memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat, terutama di daerah yang jauh dari rumah sakit.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyatakan bahwa peningkatan status Puskesmas ini berdasarkan usulan dari pemerintah kabupaten/kota se-Sumut serta kebutuhan mendesak masyarakat setempat. Hal ini disampaikannya usai meninjau langsung salah satu Puskesmas prioritas di Kepulauan Nias.

"Ada 20 Puskesmas tahun ini akan kami perbaiki, tergantung usulan dari bupati/wali kota. Ini pak Bupati Nias Barat mengusulkan di sini, mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat," kata Bobby di Kabupaten Nias Barat, Kamis (16/7).

Puskesmas Mandrehe Jadi Prioritas

Salah satu dari 20 Puskesmas yang menjadi prioritas utama adalah Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat. Gubernur menilai lokasi Puskesmas ini sangat strategis karena melayani 20 desa dengan total penduduk sekitar 23 ribu jiwa.

Saat ini, akses masyarakat menuju rumah sakit milik pemerintah daerah terdekat sangat jauh, yakni mencapai sekitar 60 kilometer. Kondisi ini menjadi kendala utama bagi warga yang membutuhkan penanganan medis segera.

"Puskesmasnya salah satu yang sebenarnya secara letak dekat dengan masyarakat. Karena di sini ada 20 desa dengan 23 ribu penduduk, jarak ke rumah sakit 60 Km," jelas Bobby.

Gubernur menuturkan bahwa pembangunan rumah sakit daerah oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan di Kepulauan Nias. Pemprov Sumut kini menafsirkan program tersebut dengan meningkatkan kapasitas Puskesmas agar masyarakat tidak selalu harus dirujuk ke rumah sakit, terutama karena kendala akses.

"Kemarin Bapak Presiden sudah membangun rumah sakit daerah di sini, bagus sekali. Kami pemerintah provinsi menafsirkan salah satu program Presiden di bidang kesehatan. Jadi kami dari provinsi coba benahi Puskesmas-Puskesmas agar enggak semua masyarakat ke rumah sakit, karena salah satu kendalanya adalah aksesnya," tuturnya.

Fasilitas Rawat Inap dan SDM Diperkuat

Puskesmas Mandrehe akan ditingkatkan menjadi Puskesmas rawat inap dengan kapasitas 10 tempat tidur. Saat ini, fasilitas yang tersedia masih sangat minim, hanya terdapat dua tempat tidur. Selain penambahan ruang rawat inap, fasilitas persalinan, tenaga dokter, dan peralatan kesehatan juga akan dilengkapi.

"Jadi ini kita perbaiki fasilitasnya, salah satunya ini menjadi rawat inap. Tadi hanya ada dua tempat tidur dan fasilitasnya minim sekali, jadi kita buat isinya ada 10 bed. Bisa melakukan persalinan, dokter juga," ungkap Bobby.

Tidak hanya dari sisi sarana dan prasarana, Pemprov Sumut juga terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan. Program beasiswa dokter spesialis digulirkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah.

"Beasiswa dokter spesialis dari pemprov di USU dan UGM tahun kemarin ada 16, dan tahun ini ada lima lagi tes khusus dari Kepulauan Nias. Jadi dari sisi SDM coba kita tingkatkan, dari sisi fasilitas coba kita perbaiki," papar Bobby.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |