Pemkab Pasaman Barat Ajak Gen Z Rekam KTP-el Saat Libur Sekolah

3 hours ago 2

Pemkab Pasaman Barat ajak Gen Z rekam KTP-el saat libur sekolah.

REPUBLIKA.CO.ID, SIMPANG EMPAT, – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), mengajak para Generasi Z berusia 17 tahun untuk memanfaatkan hari libur sekolah mendatang guna melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el).

"Para Gen Z yang berusia 17 tahun sudah bisa mengurus KTP elektronik. Perekaman dapat dilakukan di kantor kecamatan terdekat atau di Disdukcapil," ujar Kepala Disdukcapil Kabupaten Pasaman Barat Yuli Asma di Simpang Empat, Jumat.

Menurut Yuli, ajakan untuk melakukan perekaman KTP elektronik saat hari libur bertujuan memudahkan siswa agar tidak mengganggu waktu pelajaran sekolah. Perekaman KTP elektronik merupakan langkah penting untuk memastikan setiap penduduk memiliki identitas kependudukan yang sah.

"Petugas siap memberikan pelayanan dengan proses yang mudah, cepat, dan gratis sesuai standar operasional prosedur," tambahnya. Petugas Disdukcapil bersama petugas kecamatan siap melayani masyarakat mulai dari verifikasi data kependudukan hingga perekaman biometrik berupa pengambilan foto wajah, sidik jari, dan iris mata.

Masyarakat diimbau untuk membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Identitas Anak (KIA) sebagai persyaratan, dan seluruh proses perekaman ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Yuli menyebutkan, kegiatan pelayanan di masa libur sekolah ini diharapkan mampu meningkatkan capaian administrasi kependudukan di Kabupaten Pasaman Barat. Hingga Jumat ini, perekaman KTP elektronik telah mencapai 313.105 dari 317.625 penduduk yang wajib rekam. Sedangkan untuk pemilih pemula, dari 9.298 orang wajib rekam KTP elektronik, baru 560 orang yang telah direkam.

Dia menyoroti adanya kecenderungan sebagian pemilih pemula yang belum menyadari urgensi perekaman data kependudukan. Oleh karena itu, sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk membangun kesadaran tersebut secara sistematis. “Ketika siswa sudah memenuhi syarat sebagai pemilih, maka negara harus hadir memastikan mereka tidak tertinggal secara administratif,” imbuhnya.

Pasaman Barat juga akan mengadakan pemilihan wali nagari (kepala desa) pada September atau Oktober 2026. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami politik sejak dini melalui partisipasi dalam pemilihan tersebut.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |