PDHI Ingatkan Waspadai PMK dan LSD Jelang Iduladha

9 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesehatan hewan qurban menjadi perhatian menjelang Iduladha 2026 di tengah masih ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) di sejumlah daerah. Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih hewan qurban yang sehat dan sesuai syariat.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, jumlah pemotongan hewan qurban pada 2025 mencapai 2,26 juta ekor atau meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah juga terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan menjelang Iduladha.

Dalam upaya memperkuat pengawasan kesehatan hewan qurban, PDHI berkolaborasi dengan Human Initiative melalui program Sebar Qurban 2026. Kerja sama tersebut mencakup pendampingan peternak, pengecekan kesehatan hewan qurban, hingga penguatan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan daging qurban yang baik dan higienis.

Ketua Umum PB PDHI, Muhammad Munawaroh, mengatakan masyarakat perlu memastikan hewan qurban berada dalam kondisi sehat dan cukup umur sesuai ketentuan syariat.

“Penyakit PMK dan LSD masih cukup sering ditemukan. Karena itu masyarakat perlu lebih teliti saat memilih hewan qurban agar tidak memilih hewan yang sakit. Pada saat pemotongan hewan qurban, kita juga harus memperhatikan kesejahteraan hewan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya penerapan prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal, dalam proses pemilihan hingga distribusi daging qurban kepada masyarakat.

Selain pemeriksaan kesehatan hewan, Human Initiative dan PDHI juga melakukan quality control di sejumlah titik distribusi hewan qurban untuk memastikan kondisi hewan tetap terjaga sebelum proses penyembelihan.

GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto, mengatakan kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu menjaga standar kesehatan hewan dan kualitas distribusi daging qurban.

“Tahun 2026 ini Human Initiative Insya Allah akan menyalurkan qurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota, dan 11 negara. Dukungan dari PDHI ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak yang lebih besar dan lebih luas melalui penjagaan standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan, dan kualitas daging sampai ke masyarakat,” kata Ferry.

Selain memastikan kesehatan hewan, kedua pihak juga mendorong proses pemotongan yang bersih dan aman, termasuk pemisahan daging dan jeroan serta menjaga area pemotongan tetap higienis agar masyarakat menerima daging dalam kondisi layak konsumsi

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |