Kantor PM Israel Bocorkan Netanyahu Diam-Diam Kunjungi UEA Selama Serangan ke Iran

8 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan bahwa Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab (UEA) di tengah agresi Israel dan AS ke Iran. Kabar ini meningkatkan kecurigaan terkait peran krusial UEA dalam serangan yang dimulai pada Februari lalu itu.

“Di tengah Operasi ‘Roar of the Lion’, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia ke Uni Emirat Arab dan bertemu Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed,” demikian pernyataan kantor Netanyahu.

Pemerintah Israel mengklaim kunjungan itu menghasilkan “terobosan bersejarah” dalam hubungan antara Israel dan UEA. Netanyahu bertemu dengan Mohamed bin Zayed selama beberapa jam di Al Ain, sebuah kota oasis di perbatasan Oman, pada tanggal 26 Maret, menurut laporan Reuters.

Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita tersebut bahwa direktur Mossad, David Barnea, melakukan setidaknya dua kunjungan ke UEA selama perang dengan Iran untuk mengoordinasikan tindakan militer. Kunjungan kepala intelijen tersebut pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.

Pengumuman tersebut muncul sehari setelah Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengungkapkan bahwa Israel mengirim sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personel pengoperasinya ke UEA selama perang berlangsung.

Selama konflik, Iran disebut paling banyak menyerang UEA dibanding negara lain di kawasan Teluk. Meski gencatan senjata mulai berlaku bulan lalu, Abu Dhabi dilaporkan masih beberapa kali menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran.

UEA sendiri merupakan salah satu sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah. Negara itu juga termasuk negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel setelah menandatangani Abraham Accords pada 2020, di masa pemerintahan pertama Presiden Donald Trump.

Namun demikian, kantor berita resmi UEA, WAM, membantah keras klaim mengenai kunjungan Netanyahu tersebut. “Uni Emirat Arab membantah informasi yang beredar terkait kunjungan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke negara ini ataupun penerimaan delegasi militer Israel di wilayah UEA,” demikian pernyataan WAM.

UEA menegaskan hubungan mereka dengan Israel bersifat terbuka dan dibangun dalam kerangka Abraham Accords yang diumumkan secara resmi kepada publik.

“Hubungan tersebut tidak dibangun atas dasar kerahasiaan ataupun pengaturan terselubung. Karena itu, setiap klaim mengenai kunjungan atau pengaturan yang tidak diumumkan adalah tidak berdasar kecuali disampaikan oleh otoritas resmi UEA,” lanjut pernyataan tersebut.

Pemerintah UEA juga meminta media berhati-hati dan tidak menyebarkan informasi yang tidak terdokumentasi ataupun digunakan untuk membangun kesan politik tertentu.

Read Entire Article
IDX | INEWS | SINDO | Okezone |